https://www.batamnews.co.id

Titik Panas Bermunculan di Kepri, BMKG Imbau Waspadai Kebakaran Lahan

Ilustrasi

Lingga - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dabo Singkep, mengimbau agar seluruh masyarakat Kepulauan Riau dan Kabupaten Lingga khususnya untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Pasalnya, cuaca yang terjadi saat ini cukup panas dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Kepala BMKG Dabo Singkep, Sahat Mauli Pasaribu mengatakan, selama 31 hari dalam bulan Juli lalu, hanya terjadi hujan sebanyak 8 hari. Itu pun dengan intensitas ringan.

"Kemudian, dalam beberapa minggu kedepan, hujan masih sedikit potensi nya dikarenakan kelembaban udara yang cukup rendah di wilayah Kabupaten Lingga. Ini menyebabkan berkurangnya potensi awan-awan hujan di wilayah tersebut," kata dia kepada Batamnews.co.id, Kamis (1/8/2019).

Lanjut dia, kondisi demikian menyebabkan permukaan tanah menjadi kering dan rumput/ilalang otomatis kering. Kondisi ini didukung angin yang cukup kencang di wilayah Lingga dari arah Tenggara hingga Selatan dengan kecepatan angin 9 km/jm hingga 36 km/jm.

"Kami imbau kepada masyarkat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan ke rumput/ilalang kering ketika melintas jalan baik mengendarai motor atau mobil. Kemudian jangan membuka lahan perkebunan dengan cara membakar. Ini dapat menyebabkan potensi kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.

Ia mengaku, saat ini di sejumlah daerah di Kepri sudah bermunculan titik panas yang diduga kebakaran hutan. Meskipun khusus di Kabupaten Lingga masih nihil kebakaran hutan, tapi pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap selalu waspada.

Penyebaran titik panas di Kepri (Titik merah) (Foto:BMKG)

(ruz)