Menteri Ristekdikti Dorong Politeknik Batam Jadi Badan Layanan Umum

Politeknik Negeri Batam. (Foto: Istimewa)

Batam - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mendorong Politeknik Negeri Batam bisa meningkatkan pengelolaan diri dari pengelolaan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) biasa menjadi Badan Layanan Umum (BLU) atau Perguruan Tinggi Berbadan Layanan Hukum (PTBLH).  

"Saya katakan, Politeknik kalau dikelola model negeri tidak akan maju, harus bergerak menjadi badan hukum atau badan layanan sehingga bisa melakukan lompatan," kata Nasir, Kamis (18/7/2019). 

Lanjutnya Nasir mengatakan lembaga harus seperti korporasi yang dibangun di bidang pendidikan. Karena saat ini di Eropa semua melakukan pengelolaan dengan berfikir secara korporasi. 

Dengan pengelolaan sumber dana sendiri, melalui berbagai kerjasama yang baik dengan pihak swasta, universitas diharapkan mampu mengahadirkan kualitas pendidikan yang baik sehingga melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. 

Menurutnya kompetitor Politeknik Batam saat ini dengan adanya program study aircraft maintenence bukan lagi sekelas nasional, seperti universitas terkemuka yang ada di Jawa, tetapi sudah dengan negara tetangga. 

"Kan rata-rata yang sudah PTBLH jauh lebih baik pengelolaannya maupun pengembangannya," ujarnya. 

Saat ini perguruan tinggi di Indonesia yang sudah menggunakan PTBLH dalam pengelolaannya seperti  Universitas Indonesia (UI), Institute Teknologi Batam (ITB), Institute Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kemudian, Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Surabaya (ITS), Universitas Sultan Hasanufdin (Unhas), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Sumetara Utara (USU). 

Saat ini tinggal bagaimana politeknik dikelola secara PTBLH, hal inilah yang akan menjadi fokus pengelolaan Menristekdikti untuk membuat Politeknik PTBLH, supaya bergerak lebih baik.

"Beberapa regulasi yang menghambat akan saya potong, tetutama berkaitan dengan pengelolaan perguruan tinggi. Saya sudah diperintahkan oleh Presiden bahwa tahun dengan regulasi pengelolaan perguruan tinggi harus lebih sederhana," ujarnya. 

Dosen yang dari politeknik juga akan menggaet praktisi sebagai tenaga pengajar, dengan menjalin kerjasama dengan industri. Nantinya dosen akan berfungsi untuk akademinya dengan presentase 30-40%. Sedangkan 70% akan fokus pada praktik industri, agar saat lulus mahasiswa sudah layak kerja. 

Hal ini karena kebutuhan akan maintenence mesin pesawat sangat besar. Dan Politeknik diharapkan mampu mensuport kebutuhan itu. 

Kedepannya Ristekdikti juga akan meningkatkan beasiswa kuliah melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) sebesar Rp 400 ribu. Beasiswa ini merupakan peralihan dari Beasiswa bidikmisi yang diberikan sebelumnya sebesar Rp 320 ribu. 

Ristekdikti juga turut menantang Pemko Batam berapa jumlah yang berani dikeluarkan Pemko setelah Nasional meningkatkan biaya beasiswa. 

"Kalau Pemerintah pusat sudah mengeluarkan Rp 400 ribu, berapa Pemerintah Kota Batam berani mengeluarkan beasiswa," tantangnya. 

(das)
 

SHARE US :