DKPP Bintan Tingkatkan Pengawasan Sapi Kurban Jelang Idul Adha

DKPP Bintan Tingkatkan Pengawasan Sapi Kurban Jelang Idul Adha

Ilustrasi

Bintan - Peternak di Kabupaten Bintan mulai mendatangkan sapi-sapi dari luar untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 11 Agustus mendatang.

Sapi yang didatangkan ke Bintan berasal dari Lampung, Jambi serta Bali. Untuk memastikan sapi dari luar itu tidak berpenyakit dan layak dikonsumsi, petugas hewan akan meningkatkan pengawasan.

Kasi Kesehatan Hewan di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bintan, drh Iwan Berri Prima mengatakan, sapi-sapi dari luar daerah sudah masuk ke Bintan. Namun dia belum mengetahui berapa jumlah untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban nantinya.

"Tahun dulu 900-an ekor, kalau sekarang kita belum tau. Tapi kami akan terus awasi karena dikhawatirkan ada sapi yang terserang penyakit," ujar Iwan, kemarin.

Sapi sangat rentan dengan 3 penyakit yaitu jembrana, gloustoris dan parasister (cacingan). Penyakit ini harus diwaspadai karena sangat beresiko besar alami gangguan kesehatan bagi yang mengonsumsinya.

Beberapa petugas kesehatan hewan telah ditugaskan ke seluruh peternakan yang ada di Kabupaten Bintan. Mereka akan mengawasi dan melaporkan secara rutin terkait kondisi sapi kurban

"Apabila sapi dari Lampung dan Jambi maupun lainnya masuk ke Bintan pastinya di karantina. Sebagai antisipasi masuknya sapi-sapi yang tertular penyakit," katanya.

Sapi yang telah dikarantina akan dicek kembali olehnya. Jika hewan-hewan kurban itu telah ia nyatakan sangat layak dikonsumis maka akan diberikan label khusus.

"Bagi sapi yang boleh dikonsumsi akan kami lebel SL yaitu sehat dan layak," ucapnya.

(ary)