https://www.batamnews.co.id

Diskusi FISIP UMRAH: Bahas Perburuhan di Tanjungpinang

Mahasiswa FISIP UMRAH bersama narasumber kegiatan usai diskusi soal buruh di Tanjungpinang (Foto:ist)

Tanjungpinang - Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMRAH Tanjungpinang, mengadakan kegiatan diskusi membahas eksistensi buruh dalam menunjang pembangunan berkelanjutan, Kamis (2/5/2019).

Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara FISIP UMRAH, Muslim Hamdi menyebutkan, peserta yang mengikuti kegiatan diskusi berasal dari seluruh mahasiswa FISIP UMRAH yang diwakili dengan sistem delegasi yaitu 5 orang dari setiap ormawa internal fakultas dengan jumlah 11 organisasi mahasiswa.

"Kebetulan momentum Hari Buruh Internasional, juga karena persoalan ketenagakerjaan di Tanjungpinang khususnya masih sangat kompleks," sebutnya, Jumat (3/5/2019).

Ia menjelaskan, selain itu kegiatan ini juga menjadi suatu wadah diskusi ilmiah dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional yang diharapkan mampu memantik jiwa kritis mahasiswa dalam menyikapi persoalan buruh di Tanjungpinang.

"Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa  terhadap buruh, pendidikan dan pembangunan di daerahnya agar Tanjungpinang menjadi Kota yang maju dibidang ekonomi, sosial dan lingkungan sesuai 3 pilar pembangunan berkelanjutan," ujarnya.

Selain itu katanya, hasil dari kegiatan diskusi akan dijadikan tulisan ilmiah yang kemudian akan diantarkan kepada pemerintah Kota Tanjungpinang sebagai bahan koreksi, evaluasi dan motivasi bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan peran buruh untuk pembangunan berkelanjutan di Kota Tanjungpinang.

"Kami melibatkan empat orang narasumber yang berkompeten dalam bidangnya dengan disiplin ilmu yang berbeda yakni, Ketua SPSI, Afyendri, Kepala bidang Hubungan industrial dan Jaminan Sosial, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau, Ayodhia,  Ka. Bappelitbang, Ruli Griady dan Akademisi Universitas Maritim Raja Alli Haji, Adji Suradji Muhammad," katanya.

Diketahui, adapun tema yang diusung pada kegiatan tersebut yakni, "Eksistensi buruh dalam menunjang pembangunan berkelanjutan (sustainable development) di Kota Tanjungpinang".

(adi)