Edy Putra: Selama Belum Ada Perintah, Saya Tetap Kepala BP Batam

Edy Putra: Selama Belum Ada Perintah, Saya Tetap Kepala BP Batam

Edy Putra Irawadi, Kepala BP Batam.

Batam - Edy Putra Irawadi menegaskan bahwa dirinya masih menjabat sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam sampai mendapat perintah untuk berhenti dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. 

"Selama belum mendapat perintah, maka saya tetap menjalankan tugas," ujar Edy kepada wartawan di Marketing Center BP Batam, Selasa (1/5/2019). 

Ia juga tidak menyampaikan kapan masa transisi Kepala BP Batam ini berakhir, untuk digantikan Wali Kota Batam sebagai Ex-officio. 

Dalam Surat Keputusan (SK) tentang pelantikan dirinya menjadi Plt Kepala BP Batam tidak disertakan tanggal berakhirnya masa jabatan Edy sebagai Plt Kepala BP Batam. 

"Memang tidak disebutkan, namun sesuai dengan pernyataan Pak Wapres dan Pak Menko Perekonomian sesudah Pemilu, kita tunggu saja," katanya. 

Berdasarkan informasi yang diperoleh Edy, masa transisi ini diisyaratkan akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Karena revisi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 46 tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Perdagangan Bebas (KPBPB) Batam sedang digesa. 

"Dari pak Sesmenko saya sudah dapat informasi kalau revisi PP 46 sudah selesai, dan sudah diserahkan ke Seskab," jelasnya. 

Seperti diketahui PP nomor 46 tahun 2007 ini menjadi dasar Ex-officio Kepala BP Batam. 

"Pelaksanaan masa transisi ini harus sesuai peraturan berlaku, kalau itu selesai, saya akan menunggu kapan penggantian, itu secara politik dan secara aturan," kata dia. 

Baca: BJ Habibie Kaget Wali Kota Jadi Ex Officio Kepala BP Batam

Ia juga menyampaikan selama hampir 4 bulan dirinya menjabat sebagai Kepala BP Batam, tugas pokoknya sudah diselesaikan diantaranya harmonisasi sistem pelayanan perizinan berusaha melalui Online Single Submission (OSS), menjamin kemananan dan kepastian usaha  peningkatan knvestasi dan ekspor, dan membuat pandauan utk pimpinan ex-officio. 

"Saya sudah lama menyelesaikan tugas pokok, tapi saya melebar, Batam butuh penataan ulang," kata dia.

(ret)