Jokowi Berduka Banyak Petugas KPPS Meninggal

Jokowi usai bertemu relawan di Rumah Makan Seribu Rasa Menteng, Jakarta Pusat. (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)

Jakarta - Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa duka seiring dengan banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia dalam Pemilu 2019.

Jokowi menyebut para petugas KPPS tersebut merupakan pejuang demokrasi.

"Saya kemarin sudah sampaikan, ucapan berduka cita yang mendalam atas meninggalnya petugas-petugas KPPS. Juga beberapa yang di luar KPPS, saya kira beliau-beliau ini adalah pejuang-pejuang demokrasi yang meninggal dalam tugasnya," kata Jokowi di Rumah Makan Seribu Rasa Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).

Jokowi juga menyampaikan rasa dukanya mewakili seluruh rakyat Indonesia. 

"Sekali lagi, atas nama negara dan masyarakat, saya ucapkan duka yang sangat mendalam," jelasnya. 

Baca: Kronologi Ketua KPPS di Karimun Meninggal Dunia, Mengeluh Sakit Saat Hitung Suara

Diketahui, KPU terus mendata petugas KPPS yang meninggal dan sakit sebelum, saat, dan usai menjalankan tugasnya di Pemilu 2019. 

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, hingga Senin (22/4/2019) sore, tercatat petugas KPPS yang meninggal mencapai 90 orang. Para petugas KPPS yang meninggal itu tersebar di 19 Provinsi. 

Baca: KPU Usul Petugas KPPS yang Meninggal Dunia Diberi Santunan Rp 30 Juta

KPU pun akan menggelar pertemuan dengan Kementerian Keuangan pada Selasa (23/4/2019) besok. Pertemuan itu akan membahas jumlah santunan bagi keluarga petugas KPPS itu. 

KPU menjabarkan, ada tiga poin yang akan dibahas dalam pertemuan nanti. Pertama santunan untuk KPPS yang meninggal, kedua untuk KPPS yang mengalami cacat, dan ketiga bagi KPPS yang mengalami luka.

"Pertama besaran santunan untuk korban meninggal dunia Rp 30-36 juta. Kedua untuk cacat maksimal Rp 30 juta tergantung jenis musibah yang diderita dan ketiga korban luka besaran maksimal Rp 16 juta," jelas Arief. 

(*)
 

SHARE US :
Komentar Via Facebook :