Salat Jumat Pertama Pasca Penembakan, PM Selandia Baru Kutip Sabda Nabi Muhammad
Ribuan warga Selandia Baru berkumpul di Hagley, Christchurch mengenang para korban teror penembakan. (Foto: Alden Williams/Stuff)
Christchurch - Kumandang azan menggema di seluruh Selandia Baru pada Jumat (22/3/2019). Hal itu diikuti dengan hening secara nasional selama dua menit untuk mengenang korban penembakan di dua masjid, di Christchuch pekan lalu.
Ketika azan itu dikumandangkan ke seluruh negeri, ribuan orang - termasuk Perdana Menteri Jacinda Ardern - berdiri diam di taman Hagley, seberang masjid Al-Noor, lokasi pertama teror dimulai
"Selandia Baru berduka denganmu. Kami adalah satu," katanya dalam pidato, seperti dilansir BBC.
PM Ardern menambahkan, "Menurut Nabi Muhammad ... orang-orang beriman dalam kebaikan, belas kasih, dan simpati mereka adalah seperti satu tubuh. Ketika ada bagian tubuh yang menderita, seluruh tubuh merasakan sakit."
Sementara, Imam Gamal Fouda, yang memimpin salat, mengatakan pria bersenjata itu "menghancurkan hati jutaan orang di seluruh dunia".
"Hari ini, dari tempat yang sama, aku melihat keluar dan aku melihat cinta dan kasih sayang," katanya.
"Kita sakit hati, tetapi kita tidak hancur. Kita hidup, kita bersama, kita bertekad untuk tidak membiarkan siapa pun memisahkan kita."
(*)
Komentar Via Facebook :