Premium Langka di Karimun Sejak Pagi, Ini Penyebabnya

Ilustrasi.

Karimun - Kelangkaan bahan bakar jenis premium terjadi di Karimun sejak pagi tadi, Jumat (15/2/2019). Warga terpaksa beralih menggunakan pertamax yang masih tersedia di SPBU.

Penyebab kelangkaan premium ditengarai akibat diamankannya kapal pengangkut BBM di tengah laut. Kapal yang membawa minyak dari Tanjung Uban menuju Tanjung Sebatak Karimun itu, dikabarkan ditahan otoritas keamanan laut pada Kamis (14/2/2019) malam.

Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Catur Yogiantoro mengatakan bahwa, telah menerima penyerahan dari KRI terkait penahanan kapal yang membawa minyak tersebut.

"Saya baru dapat penyerahan dari KRI, ini sedang dipelajari dulu," kata Catur.

Kapal tanker yang mengangkut premium, pertamax dan solar tersebut seharusnya sudah membongkar BBM yang diperuntukkan pada masyarakat Karimun.

"Seharusnya sudah bongkar subuh tadi. Tapi karena kendala itu, stok minyak jenis premium di SPBU habis," kata Dirut Perusda Karimun, Devanan Syam.

Tanker yang membawa minyak itu, merupakan milik swasta yang telah bekerja sama dengan Pertamina. Perusda Karimun juga telah memberitahukan hal tersebut ke Bupati Karimun.

Disebutkan Dev, bahwa kapal minyak tersebut memiliki surat-surat yang lengkap. Bahkan telah mendapat surat izin berlayar dari pihak syahbandar.

"Ini sekarang yang saya kurang tahu. Syahbandar sudah keluarkan izin berlayar, kemudian saya tanya pihak agen, surat juga lengkap. Jadi permasalahannya sekarang apa saya tidak tahu," katanya dengan nada bertanya.

Dari pantauan di SPBU Karimun di Jalan Poros. Pengendara hanya antre di mesin pengisian BBM jenis pertamax, karena BBM jenis premium habis.

(aha)
 


Berita Terkait