Tim SAR Indonesia Cari Pengungsi Rohingya yang Terkatung-katung di Laut
Salah satu kapal kayu pengungsi Rohingya yang diselamatkan nelayan Aceh. Mereka terkatung-katung selama berminggu-minggu di laut lepas. (foto: liputan6)
BATAMNEWS.CO.ID, Aceh - Pemerintah Indonesia menunjukkan kepeduliannya terhadap masalah pengungsi etnis Rohingya dari Myanmar. Pemerintah mengerahkan Tim SAR (search and rescue) di perairan Aceh dan Selat Malaka untuk mencari kemungkinan masih adanya pengungsi Rohingya dan imigran Bangladesh yang masih terkatung-katung di laut.
"Operasi SAR masih dilakukan untuk mencari kemungkinan masih ada pengungsi yang terkatung-katung di laut, dan akan kita selamatkan,” ujar Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata Kemlu, Andy Rachmianto, Kamis (4/6/2015).
Menurutnya, Indonesia dan Malaysia telah sepakat menerima sekitar 7 ribu pengungsi Rohingya dan imigran Bangladesh yang diperkirakan masih berada di tengah laut. "Indonesia dan Malaysia sepakat menerimanya dan ada dukungan internasional," tambahnya.
Disebutkannya, para pengungsi yang mungkin ditemukan di tengah laut akan dibawa ke penampungan sementara di Aceh Utara, lalu didistribusikan ke Aceh Timur dan Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).
Di ketiga daerah tempat penampungan sementara ini, pihaknya akan membangum shelter dengan melibatkan Organisasi Internasional untuk Migrasi, IOM (International Organization for Migration) dan Badan PBB untuk Urusan Pengungsi, UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees).
Kementerian Luar Negeri Indonesia memastikan bahwa sekitar 964 pengungsi Rohingya asal Myanmar akan ditempatkan di lokasi penampungan sementara di Lhokseumawe, Aceh Timur, dan Aceh Utara sampai satu tahun ke depan.
"Tempat (penampungan sementara) yang akan kita bangun, (yaitu) di lokasi yang sudah ditempati oleh para pengungsi tersebut. Jadi, ada di Lhokseumawe, Aceh Utara dan Aceh Timur. Kita siapkan di sana," kata Andy Rachmianto.

Ditanya apa yang akan dilakukan oleh pemerintah Indonesia terhadap pengungsi Rohingnya setelah masa satu tahun itu berakhir, Andy Rachmianto tidak menjawab secara tegas.
"Kita harapkan dalam setahun sudah banyak yang kita lakukan," katanya.
(ind/mc)
Komentar Via Facebook :