Pengungsi Rohingya

"Beri Kami Air, Kami Hanya Minum Air Kencing"

"Beri Kami Air, Kami Hanya Minum Air Kencing"

Pengungsi Rohingya dan Banglades terdampar di di Laut Andaman

Zuhri Muhammad

BATAMNEWS.CO.ID - Sebuah boat kayu nelayan yang membawa kira-kira 400 warga Bangladesh dan muslim Rohingya dari Myanmar hanyut di Laut Andaman perairan pulau Koh Lipe tanpa arah.

Seorang wartawan New York Times, Thomas Fuller menceritakan pengalamannya mendekati sebuah boat pelarian tersebut di laut Andaman menuju ke arah Selat Melaka.

 

Wanita pengungsi Rohingya dan Bangladesh di atas perahu pelarian

 

Apabila beliau mendekati boat berkenaan di terdegar suara meminta tolong. “Bantu kami. Kami tidak punya air, berikan saya sedikit air!"

Beberapa nelayan Thailand yang prihatin tampak memberikan bantuan makanan yang mereka mampu kepada pelarian-pelarian tersebut.

 

Beberapa orang pria mengambil makanan yang diberikan nelayan Thailand

 

Menurut laporan wartawan tersebut, mereka terpaksa minum air kencing mereka sendiri dalam usaha bertahan hidup.

"Mereka menceritakan kepada saya, sudah tiga bulan mereka berada di atas boat kayu tersebut dimana 10 orang telah meninggal dunia dan di buang ke dalam laut."

 

Anak-anak berada diantara pengungsi Rohingya dan Bangladesh yang terombang-ambing di Laut Andaman

 

"Berdasarkan laporan terdapat sekurang-kurangnya 6000 orang pelarian ini sedang terapung di Laut Andaman dan Selat Melaka," katanya.

 

Nelayan Thailand memberikan bantuan kepada pengungsi Rohingya dan Bangladesh

 

sumber: Sukan Star

[snw]

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :