https://www.batamnews.co.id

Cuaca Buruk, Nelayan Hinterland Setop Melaut Sejak Desember

Muhammad, nelayan hinterland. (Foto: Yude/batamnews)

Batam - Cuaca buruk di perairan sekitar Batam membuat kalangan nelayan menghentikan aktivitas melaut. Setidaknya, sejak Desember lalu para nelayan di kawasan hinterland berhenti mencari ikan.

Muhammad, salah satu nelayan di Pulau Nipah, Bulang, Kota Batam menuturkan mereka enggan melaut dikarenakan karena musim angin utara yang melanda tempat itu.

Aktivitas melaut terhenti hingga Maret mendatang saat angin musim utara berakhir.

Akibatnya, pemasukan warga nelayan menjadi berkurang drastis. Pasokan ikan ke sejumlah pasar juga menjadi berkurang.

Namun demikian, momen Imlek yang tinggal beberapa hari lagi mendatangkan berkah bagi nelayan. Mereka kini fokus mencari ikan dingkis, salah satu ikan favorit saat pergantian tahun warga Tionghoa.

“Sekilonya bisa Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu. Itu yang menolong nelayan di sini,” kata Muhammad, Jumat (25/1/2019).

Untuk mendapatkan ikan dingkis, Muhammad menyebut nelayan tak perlu sampai ke tengah laut. 

“Kita cuma sekitaran pulau saja, nggak sampai ke tengah,” ucapnya.

(ude)