Tiket Pesawat Mahal Bikin Perantau di Batam "Mikir" Mau Pulang Kampung

Ilustrasi.

Batam - Kenaikan harga tiket tranportasi udara dinilai memberatkan masyarakat. Akibatnya banyak yang memilih untuk mengurangi bepergian menggunakan pesawat. 

Warga asal Medan yang bekerja di Batam, Riza terpaksa tidak pulang menjumpai keluarganya akibat tiket pesawat yang mahal. 

"Yang tadinya setiap pekan, bisa jadi saya tidak akan pulang dulu, karena harga tiket mahal sekali," ujar Riza, Selasa (22/1/2019).

Ia berharap pemerintah turun tangan, agar harga tiket pesawat kembali normal seperti dulu. Menurut dia, bila harga tiket pesawat domestik tetap tinggi, maka daya saing Indonesia menurun, dan pariwisata pun anjlok. 

Padahal harga tiket pesawat dari luar negeri menuju ke Indonesia masih terbilang murah. Seperti tujuan Medan dari Singapura, itu bisa menjadi salah satu alternatif agar dirinya bisa pulang ke Medan. 

"Tetapi kalau dihitung-hitung harganya serupa, tapi yang membingungkan itu, kenapa dari luar negeri bisa lebih murah, tidak menutup kemungkinan nanti bisa beralih rute," katanya. 

Sementara itu, arus penumpang di Pelabuhan Internasional Batam Center tetap normal, tidak ada kenaikan signifikan akibat dugaan peralihan penumpang pesawat yang dipicu tingginya tarif tket transportasi udara.

"Masih normal, setiap harinya terhitung ada 5.000 orang penumpang" ujar Manajer Operasional pengelola Pelabuhan Internasional Batam Center, Nika Astaga.

Ia membantah isu yang beredar di masyarakat, bahwa banyak penumpang pesawat tujuan Jakarta dan kota lain di Indonesia yang mengalihkan rute perjalanan, ke Singapura terlebih dulu, karena harga tiket dari Negeri Singa itulebih murah.

"Tidak ada seperti itu, dan tidak ada peningkatan juga setelah ada kebijakan harga tiket pesawat naik," katanya.

(ret)