BMKG Ingatkan Waspada Dampak Badai Tropis Pabuk di Kepri

Siklus Badai siklon Pabuk di wilayah sekitar Indonesia (Foto:ist)

Batam -  Meskipun badai Pabuk tidak berpusat di wilayah perairan Indonesia. Namun dampaknya sudah diingatkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak, Jumat (3/1/2019), termasuk di perairan Kepulauan Riau.

"Aktifnya Badai Tropis Pabuk di Laut China Selatan menyebabkan terpusatnya massa udara basah di wilayah tersebut, angin kencang, serta gelombang laut yang tinggi," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Hang Nadim, Suratman kepada Batamnews.co.id, Jumat (4/1/2019).

Ia menjelaskan, analisa prakiraan cuaca tepatnya Jumat (4/1/2019) pukul 19.00 WIB. Badai tersebut diprediksi akan terjadi di Teluk Thailand, Timur Laut Malaysia atau sekitar 890 km sebelah barat laut Tarempa, Kepulauan Riau.

Selain itu arah dan kecepatan gerak pada Barat Laut berada pada kecepatan 11 knot (20 km/jam) bergerak menjauhi wilayah Indonesia dengan tekanan terendah 994 mb dan kekuatan 45 knot (85 km/jam).

Siklon Tropis Pabuk memberikan dampak terhadap cuaca di Indonesia berupa hujan ringan-sedang di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara.

Gelombang laut diperkirakan dengan tinggi 1,25-2,50 meter di Selat Malaka bagian tengah, Perairan Riau, Perairan utara Sabang, Perairan Banda Aceh-Sabang, Perairan Barat Aceh, Perairan Barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai.

BMKG juga menegaskan gelombang laut dengan tinggi 2,50-4,00 meter akan terjadi di Laut Natuna dan 4,00-6,00 meter di Laut Natuna Utara.

Prakiraan Cuaca di Batam

Secara umum kondisi cuaca pada Jumat (4/1/2019) diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Namun berpotensi hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Selanjutnya, Suratman menjelaskan, kondisi tersebut cukup kondusif untuk aktivitas transportasi darat dan udara. Namun, ia mengajak untuk penyedia jasa transportasi atau aktivitas di laut agar selalu waspada.

"Untuk transportasi laut dan aktivitas kelautan diimbau agar waspada terhadap gelombang tinggi serta angin kencang yang dapat terjadi di seluruh wilayah Kepulauan Riau," katanya.

(sya)