Kasus DBD di Karimun Sudah Renggut 5 Nyawa Tahun Ini

Kasus DBD di Karimun Sudah Renggut 5 Nyawa Tahun Ini

Nyamuk Aides Aegypti pembawa virus dengue yang menyebabkan penyakit demam berdarah.

Muhammad Ikhsan

Karimun - Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun mencatat lima orang meninggal dunia karena terjangkit demam berdarah dengue (DBD) di Karimun sejak Januari 2018. Dua diantaranya anak-anak.

Warga terjangkit virus dengue yang disebabkan gigitan nyamuk Aides Aegypti ini ditemukan di tiga kecamatan di Kabupaten Karimun. Kasus tersebut 1 di Kundur, 2  di Kundur Barat dan 2 di Kecamatan Karimun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi mengatakan, tiga diantara penderita yang meninggal dunia disebabkan karena ada pemicu dari penyakit lain. Sementara dua lainnya murni DBD.

"Dinkes mencatat 142 kasus DBD tahun ini. Per November ini tidak ada kenaikan signifikan, kita berharap menjelang tutup tahun 2018 ini, tidak ada lagi ditemukan DBD," kata Rachmadi, Rabu (21/11/2018)

Angka DBD dibandingkan tahun sebelumnya mengalami kenaikan. Pada akhir 2017 lalu tercatat ada 76 kasus terjadi. Kendati demikian, angka kenaikan tersebut masih belum tergolong kedalam kasus luar biasa (KLB).

"Belum termasuk KLB, angka ini kita harapkan tidak terjadi kenaikan. Dan masyarakat juga harus lebih waspada terhadap penyakit DBD," ujarnya.

Ada indikasi penurunan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit DBD. Saat tingkat kasus turun, masyarakat seakan lalai dan menganggap demam yang terjadi hanya demam biasa.

"DBD itu patut diwaspadai pada hari kelima. Kita temukan masyarakat terkadang saat demam sudah mulai turun, maka mereka anggap itu sudah sembuh, padahal belum dan saat diperiksakan ternyata DBD dan mengakibatkan keterlambatan dalam penanganannya,"  terang Rachmadi

(aha)

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :