Bidan Wati Kabur dalam Keadaan Setengah Sadar Tanpa Alas Kaki

Bidan Wati Kabur dalam Keadaan Setengah Sadar Tanpa Alas Kaki

Gelar perkara kasus penganiayaan bidan di Tanjungpinang. (Foto: Afriadi/Batamnews)

Tanjungpinang - Indikasi kasus penganiayaan terhadap bidan Wati masih didalami Polres Tanjungpinang. Pihak keluarga berharap polisi bisa jeli menangani kasus ini.

Edi, ayah Wati mengakui anaknya masih syok usai mengetahui di tubuhnya ada 56 bekas suntikan ketika ia pingsan. Suntikan itu diberikan dokter Yusrizal, seorang spesialis kandungan. W selama ini bekerja di klinik Al Rasya dengan dokter Yusrizal.

"Kami serahkan kepada kepihak kepolisian, proses sesuai aturan yang berlaku," kata Edi di lokasi rekonstruksi perkara ini di kediaman Yusrizal Saputra.

Baca juga: Gawat, Oknum Dokter Tanjungpinang Beri 50 Suntikan Misterius ke Bidan Sampai Pingsan

Gelar perkara ini dilakukan polisi di rumah dokter Yusrizal di Blok A1 nomor 20 Perumahan Pinang Mas Residence Batu 8 Atas Kota Tanjungpinang, Rabu (7/11/2018).

Edi mengakui batin anaknya terpukul sejak kejadian ini. Sampai kini Wati masih menjalani terapi psikologi.

"Soal tersangka tak ditahan polisi kami tak ikut campur, kami sudah menyerahkan kepada kasus ini kepada mereka," ujar Edi

Ia mengetahui anaknya mendapat perlakukan tak wajar oleh dokter Yusrizal sehari setelah kejadian. Hal itu pun pihak klinik yang menceritakan kepadanya.

"Pada saat itu ia Wati pulang seperti biasa masuk kamar. Saya mikirnya mungkin capek abis kerja, namun besoknya saya heran kenapa dia tak pulang-pulang, dan pun pulang jam 5 bersama pihak klinik," terang Edi.

Baca juga: Dokter Yusrizal Tak Ditahan, Ini Alasan Polisi

Edi pun mengaku kaget ketika mendengar cerita dari pihak klinik bahwa anaknya di suntik hingga tak sadarkan diri oleh YS.  "Kaget lah, mungkin waktu itu anaknya takut mau cerita," ujarnya.

Ia menuturkan, bahwa berdasarkan keterangan anaknya, setelah disuntik YS dengan keadaan setengah sadar, Wati tanpa alas kaki berjalan sejauh 200 meter ke jalan raya menunggu temannya menjemput

"Seperti orang linglung dia usai disuntik, tanpa alas kaki pulang," sebutnya.

Sementara Rizal teman dekat Wati menceritakan, bahwa pada saat kejadian itu Wati tak bisa berkomunikasi ia hanya mengirim pesan melalui WhatsApp minta tolong jemput.

Baca juga: Kasus Oknum Dokter Suntik Bidan, Polisi Gelar Rekonstruksi Tertutup

"Saya tak tahu, langsung saya jemput, dan melihat badannya lemah tanpa sandal," katanya.

Dalam perjalanan, Wati hanya mengatakan bahwa dirinya belum bisa menjelaskan. Ia masih tampak mengantuk. Setelah mengetahui kejadian itu, Rizal pun menyesalkan perbuatan  yang diperlukan tersangka kepada temannya itu.

"Saya sebagai orang terdekatnya kesal lah, kok bisa seorang dokter seperti itu," sesalnya.

Namun, kata Rizal, perbuatan tersangka ini sudah keterlaluan, padahal seorang dokter bekerja berdasarkan SOP dan mengetahui tentang obat-obat medis. "Dia seorang dokter tahu lah kegunaan obat,"ujarnya.

(adi)