https://www.batamnews.co.id

Proyek Fisik Pemko Batam, Jefridin: Disdik Paling Tak Maksimal

Sekda Kota Batam, Jefridin. (Foto: Johannes Saragih/batamnews)

Batam - Sejumlah proyek fisik Pemerintah Kota Batam belum maksimal, hal ini karena ada berbagai kendala yang mengakibatkan pengerjaan proyek tersebut molor. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin mengatakan bahwa dari hasil rapat evaluasi triwulan III, proyek yang belum memenuhi taget lebih banyak berasal dari Dinas Pendidikan (Disdik). 

“Oleh karena itu, semalm saya cek ke lapangan,” ujar Jefridin, Jumat (26/10/2018). 

Jefridin menyebutkan proyek Disdik yang belum maksimal diantaranya pembangunan gedung sekolah untuk SMP 56 Batam yang terletak di Tiban Lama dan SMP 57 Batam di Patam Lestari. 

Berdasarkan pada papan kontrak kerja, pembangunan sekolah ini seharusnya sudah selesai pada 17 Oktober lalu. Proses pengerjaan berlangsung 150 hari, sejak 21 Mei. Kontrak pembangunan sekolah ini bernilai Rp 3,9 miliar.

“Kalau SMP 56 itu kendalanya itu dari memasukkan material, karena posisi sekolah dekat dengan tebing, kemarin ada molen yang mau masuk tapi hanya sampai di depan saja, jadi perlu waktu lagi untuk masukkan ke dalam,” jelasnya.

Sedangkan kendala pembangunan SMP 57 dikarenakan terlambat proses lelang. Namun begitu, kedua sekolah ini ditargetkan akan selesai dibangun sampai akhir Desember mendatang.

“Kami sudah intruksikan kepada kontraktor agar menambah tukang, supaya pembangunannya terkejar,” kata Jefridin.

Ia juga mengecek pengerjaan revitalisasi di SMP 3 Batam, dan hasilnya sudah baik. Prosesnya sudah sampai pada tahap finishing.

“Tinggal pasang keramik dan teras depan, ada satu lagi revitalisasi SMP 6 Batam, tetapi saya belum cek ke sana,” kata dia.

Selain itu,Jefridin juga mengecek proyek revitalisasi Puskesmas Lubukbaja. Saat ini progresnya sudah mencapai 60 sekian persen. 

“Kalau Dinas Kesehatan, proyeknya cuma satu aja, progresnya juga sudah baik, tinggal pada pasang dinding, setelah itu diplester dan kemudian di keramik,” ucapnya.

Sedangkan untuk proyek pelebaran jalan, Jefridin mengaku tidak ada masalah dan pengerjaannya sudah maksimal. 

“Kalau itu bisa kita lihat juga, tidak seperti bangunan, jalan hanya pada semenisasi dan pengaspalan,” kata dia. 

(ret)