Bright PLN Batam Komitmen Pemerataan Listrik di Kepri

Bright PLN Batam Komitmen Pemerataan Listrik di Kepri

Petugas PLN Batam sedang mengerjakan Energize Gardu Portable TM, untuk proyek embangunan polux Batam Center. “Layanan inovatif dari bright PLN Batam dengan gardu portable, bagi pelanggan TM

Batam - Bright PLN Batam sedang berupaya melakukan pemerataan listrik di provinsi Kepuluan Riau (Kepri). Hal ini karena terlihat ada kesenjangan kelistrikan antara Batam dengan daerah lainnya di Kepri.

Almarhum Gubernur Kepri, HM Sani kala itu sempat meminta kepada Bright PLN Batam untuk membantu memperkecil kesenjangan kelistrikan tersebut. Terutama agar listrik di Tanjungpinang tetap bisa terjaga.

Direktur Utama Bright PLN Batam, Dadan Kurniadipura menyampaikan bahwa sebagai langkah awal pihaknya membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dengan kapasitas 6 MW di Kampung Tekojo, Kijang Pulau Bintan. Pembangun ini beroperasi menggunana Compressed Natural Gas (CNG) yang diangkut lewat laut.

"Ini pertama kalinya di dunia CNG diangkut melalui laut. Brigth PLN Batam tak menemukan referensi apapun mengenai pengangkutan CNG melalui laut. Akhirnya kita learning by doing. Ternyata bisa jalan juga," ujar Dadan baru-baru ini.

Setelah di Tokojo, Bright PLN Batam kembali diminta memenuhi kebutuhan listrik di kawasan pemerintahan di pulau Dompak, dengan menggunakan sistem yang sama. Upaya-upaya ini dilakukan sambil menunggu pembangunan kabel laut dari batam ke Bintan selesai dikerjakan oleh PT. PLN (Persero).   

Setelah kabel laut selesai dibangun, seluruh kebutuhan listrik di Tanjungpinang disuplai melalui Bright PLN Batam, sekarang bebannya sudah mencapai 70 MW. Selain Pulau Bintan, ada juga Sembulang, Sambu dan pulau lainnya.

Dadan mengakui proses birokrasi lebih ringkas sehingga memudahkan dalam upaya untuk investasi baru. Jika PT. PLN (Persero) mau investasi baru, birokrasinya cukup panjang. Kantor cabang di daerah harus mengajukan ke General Manager, kemudian diteruskan ke Direksi. Namun permohonan belum tentu dikabulkan, karena direksi perlu memprioritaskan sesuai kemampuan keuangan PLN.

"Tapi kalau Bright PLN Batam lebih ringkas. Karena keputusan ada di board of director yang ada di Batam. Sehingga semua keputusan bisa diambil langsung di Batam dengan cepat. Kondisi ini juga dilihat oleh PT. PLN (Persero). Bright PLN Batam dinilai mampu membangun pembangkit dengan cepat," jelasnya.

Sehingga Bright PLN mendapat kepercayaan menyediakan 500 MW tenaga listrik di 8 pulau di seluruh Indonesia, sebagai bagian dari penyediaan 35 ribu MW tenaga listrik di seluruh Indonesia.

Delapan pulau yang dipercayakan kepada Bright PLN Batam Dadan menyebutkan diantaranya terdiri dari Jeranjang-Lombok dengan kapasitas 2x25 MW, MPP Air Anyir-Bangka dengan kapasitas 2x25 MW. Selain itu, MPP Tarahan–Lampung 4x25 MW , MPP Nias 1x25 MW, MPP Balai Pungut-Riau dengan kapasitas 3x25 MW, MPP Suge- Belitung dengan kapasitas 1x25 MW, MPP Paya Pasir-Medan dengan kapasitas 3x25 MW dan MPP Pontianak dengan kapasitas 4x25 MW.

"Bright PLN Batam diminta merampungkan proyek tersebut hanya dalam waktu 6 bulan. Dengan kondisi semua perizinan yang dibutuhkan diurus PT. PLN (Persero). Sementara Bright PLN Batam bertugas mendatangkan dan mengoperasikan pembangkit. Permintaan ini disangggupi oleh Bright PLN Batam," sebut Dadan.

Kendati telah menyanggupi permintaan tersebut, namun Ia mengakui pengadaan pembangkit sebesar 500 MW bukan hal mudah. Selain karena waktunya yang sangat singkat, ada pula sejumlah aturan-aturan pengadaan yang harus diperhatikan. Untuk kepentingan tersebut, Bright PLN Batam harus berkonsultasi dengan konsultan yang pernah melakukan pengadaan serupa di pemerintah pusat.

Bentuk pembangkit yang diminta oleh Mobile Power Plant (MPP), sehingga pembangkit ini bisa dipindah-pindah jika terjadi krisis di daerah tertentu.  Hanya ada 3 pabrikan di dunia yang memproduksi MPP. Yakni Siemen, GE dan Pride and Withney (PW).

"Bright PLN mengundang 3 pabrikan tersebut, yakni Siemens, General Electric (GE) dan Pratt and Whitney (PW). Bright PLN Batam kemudian memaparkan kebutuhannya. Satu engine yang dibutuhkan berkapasitas 25 MW, Sehingga butuh setidaknya 20 unit, sementara waktu yang dibutuhkan hanya 6 bulan," sebutnya.

Namun Siemens tak bisa menyanggupi permintan tersebut. Pabrikan ini baru memproduksi mesin setelah ada pemesanan. Setidaknya butuh waktu 2 tahun bagi Siemens untuk memenuhi kebutuhan 20 unit engine. Alasan yang sama juga dikemukakan oleh pabrikan Pride and Withney.

Hanya GE yang mampu memenuhi permintaan. Bahkan tanpa ada Pre Order (PO), pabrikan tersebut sudah mengirimkan 20 unit mesin dari Amerika Serikat dan sampai di Singapura pada Desember 2015. Menurutnya ini menunjukan komitmen dari GE terhadap kerjasama tersebut.

Barang tersebut sempat tertahan di Singapura selama beberapa waktu. Pasalnya pengurusan izin oleh PT. PLN (Persero) cukup makan waktu. Bahkan Amdal untuk pembangunan Site di Pontianak baru selesai Juni 2016. Kondisi ini membuat pengiriman Engine dari Singapura ke beberapa lokasi dilakukan secara bertahap, dimulai dari site yang lebih dulu selesai.

"Pengiriman terakhir dilakukan untuk memenuhi kebutuhan di Paya Pasir, Medan. Pembangunan di Medan butuh waktu lebih lama karena harus 3 kali pindah lokasi. Tanggal 29 Desember pembangkit di Medan baru bisa beroperasi," ungkapnya.

Sebenarnya pengerjaan pembangunan pembangkit hanya memakan waktu 3 bulan sejak mesin sampai di lokasi. Sayangnya, ada sejumlah masalah yang ditemui di lapangan. Mulai dari pengurusan izin yang makan waktu lama, hingga masalah lokasi site yang harus pindah beberapa kali.

"Proyek-proyek yang dipercayakan mampu dikerjakan dengan baik sesuai dengan waktu yang diberikan. Orang butuh listrik tak bisa lama-lama. Jika ada krisis, harus segera diselesaikan," jelasnya.

Dalam waktu dekat Bright PLN Batam akan dapat penugasan untuk membangun pembangkit ke Karimun, Dabo Singkep dan pulau Buluh. Bright PLN Batam juga akan mengirim LNG tau CNG untuk keperluan pembangkit di sana. Selain itu, Bright PLN Batam juga akan mendapat penugasan membangun kabel laut ke Pulau Sambu.

Selain itu juga kondisi kelistrikan Bright PLN sudah surplus sekitar 200 MW. Dadan mendorong program-program marketing agar surplus daya tersebut bisa segera disalurkan. Seperti bebas biaya penyambungan untuk Rumah Tangga, dan potongan biaya penyambungan hingga 50 persen untuk bisnis dan industri.

"Jika surplus daya tersebut tak segera disalurkan, akan menambah cost perusahaan. Siapa yang mau nutupin alau tak jualan. Karena itu pemasaran terus menggenjot penjualan listrik di Batam," katanya.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan bahwa Pemerintah daerah akan membantu PLN apabila ada kendala untuk memberikan pasokan listrik kepada masyarakat. Sehingga nantinya PLN dapat berupaya mempersiapkan diri guna memenuhi listrik masyrakat.

“Listrik merupakan kewajiban PLN dalam memenuhi kebutuhan itu," ujar Nurdin pada saat peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Kabupaten Karimun dengan daya 17 Megawatt, Jumat (2/3/2018).

Nurdin berharap distribusi listrik dapat berlangsung selama 24 jam di hinterland, saat ini sudah hampir seluruh hinterland mendapat listrik.

"Kita ingin agar pemerataan listrik ini tetap berjalan," katanya.

(*)

(ret)
Komentar Via Facebook :