Kapal Puskesmas Keliling Tenggelam di Anambas Diduga Overload

Ilustrasi

Batam - Speedboat puskesmas keliling yang tenggelam di Anambas berada pada posisi  03°10.391' N 106°19.003' E., Kamis (11/10/2018) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Lokasi kejadian berada sekitar 6,3 nautikal mil, dengan waktu tempuh 30 menit dari Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kabupaten Kepulauan Anambas.

Awalnya dilaporkan yang hilang sebanyak 2 orang, termasuk nakhoda kapal. Namun setelah SAR mengkonfirmasi korban hilang hanya satu orang. Empat orang dinyatakan meninggal dan enam orang selamat.

"Iya awalnya korban hilang dilaporkan dua. Namun satu lagi juru mudi kapal setelah ditelusuri ketakutan berada di rumah," ujar Kasi Op Kantor SAR Natuna, M. Saleh, Jumat (12/10/2018)

Juru mudi speedboat sudah berhasil selamat dari peristiwa itu. "Mungkin ia ketakutan dan langsung pulang ke rumah," sebut Saleh.

Speedboat puskesmas keliling bertolak dari Pelabuhan Tarempa menuju Pulau Nyamuk. "Diduga akibat cuaca buruk dan kelebihan muatan, sehinga mengakibatkan insiden tenggelamnya speedboat tersebut," informasi yang dirilis Basarnas Natuna

Beberapa pihak sebelumnya sudah lebih dulu bergerak dengan menggunakan Speedboat Anambas 1.

"Beberapa unsur terkait juga melakukan pencarian selain pos SAR Anambas, Lanal Anambas, Polres Anambas, Pol Air Polres Anambas, Pemda Anambas dan Nelayan setempat," terangnya.

Saat ini tim pencari masih melakukan pencarian terhadap seorang wanita berusia 25 tahun bernama Rahida alias Zurai (25).

Forecaster Stasiun Meteorologi Ranai, Asrul Saparudin warga di sekitar perairan Natuna dan Anambas berhati-hati terhadap potensi terjadinya awan tebal dan gelap (Comulonimbus) yang dapat berpotensi cuaca buruk

"Ada potensi angin kencang secara tiba-tiba, Guntur disertai petir, gelombang tinggi. Selalu memperhatikan resiko tinggi gelombang dan potensi angin kencang dari matrik resiko angin dan gelombang," ujarnya, Jumat (12/10).

(fox)