Bocah Korban Gempa Palu Ingin Ikut Jokowi Bikin Haru

Jokowi bertemu bocah korban gempa dan tsunami Palu (Foto: merdeka.com)

Palu - Seorang bocah korban gempa dan tsunami di Palu, Izrael ramai menjadi perbincangan. Hal itu karena saat Presiden Jokowi melakukan kunjungan ke Palu pada Rabu (3/10), dia ingin ikut bersama orang nomor satu di RI tersebut.

Dengan halus Jokowi meminta Izrael tetap di Palu. Bocah laki-laki itu rupanya telah kehilangan ibunya akibat bencana dahsyat itu. Sementara sang ayah tengah berbaring tak berdaya di rumah sakit. Usai bertemu Jokowi, dia menceritakan obrolannya dengan mantan gubernur DKI Jakarta itu. Berikut ulasannya:

1. Cerita ibunya meninggal

Dalam video yang diunggah akun twitter @aji_marla, Izrael cerita telah bertemu Presiden Jokowi. Dia menceritakan jika ibunya telah meninggal akibat gempa 7,4 SR.

"Tadi mamaku sudah mati, jadi saya tidak boleh nangis," ucapnya dengan polos.

2. Tidak bisa lagi liat ibu

Izrael mengaku sudah tidak bisa lagi melihat ibunya. Dia mengatakan saat ini ibunya tengah di surga.

"Naik pesawat sudah tidak bisa lagi lihat mama. Mama sudah di atas gunung sekali. Mama sudah ada di surga," katanya dengan tegar.

3. Nggak boleh nangis harus berani

Ketegaran Izrael saat menceritakan ibunya membuat publik terhenyak. Bocah itu mengatakan bahwa dia tidak boleh menangis atas kehilangan ibunya. Tanpa didampingi sang ibu, dia harus berani dan tetap belajar.

"Mama udah di surga, tapi saya tidak boleh nangis. Saya harus berani, saya harus belajar karena mamaku suka dan senang sekali," ungkapnya.

4. Tak ingin ibu nangis

Izrael mengaku tidak akan menangis meski ditinggal ibunya. Dia tak ingin ibunya turut sedih jika terus menangisi kepergian sang ibu.

"Kalau saya nangis, mamaku nangis juga," kata Izrael.

(aiy)