Ini Dugaan Penyebab Imigran Afghanistan Gantung Diri

Abbas Mohammady, imigran Afghanistan yang gantung diri di Rudenim, Sekupang. (foto: Yogi/batamnews)

Batam - Abbas Mohammady, imigran Afghanistan yang gantung diri diduga stress dan iri kepada temannya. Pasalnya beberapa imigran seangkatan sudah kembali ke negara tujuan. 

Hal itu disampaikan salah seorang teman Abbas Ghulam Yahya Nasiri yang juga berasal dari Afghanistan. 

Ia mengatakan, Abbas pernah cerita proses untuk bisa sampai ke negara ketiga cukup lama sehingga membuatnya stress.

"Mungkin karena prosesnya yang cukup lama apalagi istri dan 4 anaknya masih di Afghanistan," kata Ghulam menggunakan Bahasa Indonesia.

Ia mengatakan, Abbas merupakan seorang yang sangat baik dan ramah. Bahkan di lingkungan Rudenim itu, ia terkenal sebagai tokoh. "Dia sama dengan kita semua, biasa biasa saja," katanya.

Ghulam mengetahui bahwa sebelumnya Abbas merupakan seorang penerjemah bekerjasama dengan orang Amerika Serikat. "Kalau kegiatan di sini, yang seperti biasa olahraga, jalan-jalan itu saja," katanya.

Ghulam mengatakan, saat ditemukan Abbas gantung diri ia tidak bernyawa lagi. "Kadang-kadang ia juga merasa stres karena kawan dia yang baru datang sudah pergi ke negara ketiga, sedangkan dia sudah empat tahun di sini masih belum ada kejelasan," katanya.

Ia juga bercerita, di Afghanistan bisa hidup aman tetapi harus bayar. "Yang jelas sekarang kita mencari tempat aman saja, kalau di sana perang," katanya. 

Senada dengan Ghulam, Kasi Registrasi, Administrasi dan Pelaporan Rumah Detensi Pusat Tanjungpinang Komarudin juga mengatakan, kemungkinan penyebab ia bunuh diri karena stres karena sudah telalu lama di Indonesia.

"Apalagi ia memiliki keluarga di Afghanistan yang susah dihubungi, anaknya juga sudah empat," kata Komarudin. 

Ia melanjutkan, pihaknya hanya bisa melakukan pengawasan terhadap imigran. "Ini kejadian pertama kali, kita hanya bisa lakukan pengawasan," katanya.

Komarudin juga mengatakan, pihaknya juga mengalami kendala anggaran sehingga Rudenim tersebut melakukan pengurangan kegiatan. "Kita juga terbatas anggaran, jadi mereka di sini berkegiatan seperti biasa aja," katanya. 

(tan)