Tak Ada Jalan Darat dan Jaringan Telekomunikasi, Desa Mentuda Terisolir
Akses jalan darat menuju Desa Mentuda yang tak kunjung dilanjutkan (Foto:Ruzi/Batamnews)
Lingga - Masyarakat Desa Mentuda, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, mendambakan jalan darat ke Ibu kota kabupaten Lingga guna percepatan akses ekonomi di desa tersebut.
Dengan tidak adanya akses jalan darat yang menghubungkan antara Desa Mentuda dengan ibu kota kabupaten, menjadi salah satu penyebab lambannya pembangunan maupun perputaran prekonomian desa.
"Kami selalu berharap pemerintah melanjutkan pembangunan jalan menuju kampung kami. Dari tahun 2017 kami berharap, tapi sampai sekarang tidak ada jawaban," kata Kepala Desa Mentuda, Abdul Hamid kepada Batamnews.co.id, baru-baru ini.
Desa Mentuda yang berada disebelah utara Pulau Lingga ini masih sangat terisolir disebabkan tidak adanya akses jalan, telekomunikasi, maupun pasokan energi listrik dari PLN.
"Dalam sejumlah Musrenbang, baik tingkat kecamatan maupun kabupaten, jalan tembus telah beberapa kali kami usulkan. Tapi sayangnya, sampai saat ini belum juga terealisasi," ujarnya.
Saat ini, akibat tidak adanya akses jalan darat dari Desa Mentuda menuju Daik sebagai Ibu kota Kabupaten, warga harus menyewa speedboat dengan biaya sekitar Rp500 ribu sekali berangkat.
Dengan demikian, ia sangat berharap, pemerintah daerah dapat memperhatikan jalan darat untuk desa yang ditempati sebanyak 400 kepala keluarga (KK) lebih itu.
"Selain jalan, jaringan telekomunikasi sangat kami butuhkan," katanya.
Pantauan di lapangan, saat ini, ruas jalan darat menuju Desa Mentuda yang baru terbangun hanya beberapa kilometer (Km) terbengkalai begitu saja. Dengan demikian masyarakat setempat sangat berharap pembangunan jalan tersebut dapat dilanjutkan.
(rwn)

Komentar Via Facebook :