Komunitas TOMAT Batam Ajak Generasi Muda Cintai Film Indie Indonesia

Komunitas TOMAT Batam Ajak Generasi Muda Cintai Film Indie Indonesia

Nonton bareng di rumah TOMAT, Minggu (7/8/2018). (Foto: ist/batamnews)

Batam - Komunitas The Original Movie and Art (TOMAT) Batam siap berperan mengajak generasi muda untuk mencintai karya film anak bangsa. Hal itu dilakukan karena kekuatiran kurangnya minat generasi muda pada film-film indie.

Satu langkah yang dilakukan TOMAT dalam hal ini adalah melalui kegiatan nonton bareng di rumah TOMAT, Minggu (7/8/2018). 

TOMAT menayangkan film-film berkualitas seperti film indie atau film-film yang berprestasi di festival kepada generasi muda Batam.

Komunitas yang berdiri sejak tanggal 31 Desember 2014 ini, juga sebagai wadah anak muda Batam agar bisa berkarya di bidang film dan seni atau bagi generasi muda yang ingin belajar di dunia perfilman Batam dan Indonesia. Keberadaan organisasi ini juga bersifat terbuka.

Salah satu pendiri TOMAT, Aryanti Agustin mengatakan pemberian nama tersebut diharap agar komunitas ini bisa melahirkan karya murni atau original dari kegelisahan-kegelisahan sekitar.

Komunitas yang beranggotakan 26 orang ini sudah memproduksi empat film pendek. Pertama berjudul Ubah. Kedua yaitu Setengah Putih, ketiga yaitu Perayaan dan yang terakhir yaitu Permintaan.

“Film Ubah sudah sampai ke festival film pelajar Surabaya dan mendapat penghargaan artistik terbaik tahun 2015,” ujarnya kepada batamnews, Senin (13/8/2018) siang.

Wanita yang biasa disapa Ary itu melanjutkan, untuk film Setengah Putih pernah mendapat 3 penghargaan. 

“Film terbaik, sutradara terbaik dan cerita terbaik kategori pelajar tahun 2016 di Tebas Award Jogja,” kata dia.

Ary bercerita, meskipun antusias anak-anak-anak muda dalam menonton film cukup bagus namun tidak untuk film lokal melainkan film-film luar negeri.

“Hanya saja sedikit yang tertarik dengan film-film lokal Indonesia yang filmnya menang di festival. mereka lebih tertarik dengan film-film Holywood. Di sinilah kami mengambil peran, ingin mengajak anak muda untuk lebih mencintai film Indonesia,” kata dia.

Ary menyebutkan, untuk kedepannya TOMAT akan menjalankan program workshop film dan seni.

“Terus produksi film lagi, tetap pemutaran film di layar TOMAT, ikut festival-festval film. Kami juga ada rencana membuat ruang baca tomat, kami ingin mengumpulkan buku-buku film dan seni yang nantinya bisa dibaca oleh teman-teman yang main di rumah TOMAT,” ucapnya.

(ude)