Meninggal Karena Kelelahan? Ini 5 Fakta Logisnya

Batam - Dua polisi dan 2 Linmas meninggal setelah menjaga Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pilkada 2018. Mereka diduga kelelahan.

Benarkah kelelahan dapat mengakibatkan kematian? Ternyata banyak stereotipe meninggal karena kelelahan yang terlintas di benak kita. Namun informasi yang dihimpun batamnews menyatakan hal berikut.  

1.Tidak ada teorinya

Meninggal karena kelehaan baru sebatas dugaan. Menurut Prof.Dr.dr. Parlindungan Siregar, Sp.PD, KGH , seperti dikutip dari kumparancom, hal ini harus ditegakkan melalui sejumlah pemeriksaan.

Pemeriksaan terhadap orang meninggal harus dengan otopsi. Pemeriksaan laboratorium tidak dapat dilakukan pada orang meninggal.
 
Teori tentang meninggal karena kelelahan tidak ditemukan di buku.

2. Dikaitkan dengan penyakit jantung

Kematian karena kelelahan dikaitkan dengan penyakit jantung. Menurut dr Parlindungan, seperti dikutip dari kumparancom, kerja jantung jadi berat dipicu akumulasi pola hidup yang tak sehat.

Misalnya mengonsumsi terlalu banyak kafein, junkfood, merokok, kurang olahraga, hingga kekurangan tidur. Darah menjadi beku dan menyumbat pembuluh darah. 

Aliran darah yang tersumbat amenyebabkan otot jantung cedera. Terjadilah serangan jantung, atau infark miokard.

Orang menganggapnya meninggal karena kelelahan.
 
3. Bukan karena jam kerja

Teori tentang jam kerja maksimal tidak ditemukan. Menurut dr Parlindungan, seperti dikutip dari kumparancom, yang penting tidur minimal enam jam. 

4. Faktor usia

Pekerja usia di atas 40 tahun beresiko meninggal karena kelelahan. Seperti dikutip dari idntimescom, pemerintah Jepang mencatat nyaris 2.000 orang meninggal karena lembur dalam setahun. 

Faktor serangan jantung dan stroke menjadi dalang utama. Mereka diduga tidak terlalu memerhatikan kesehatan.

Mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja. Makanan yang dikonsumsi tidak dierhatikan. 

Akibatnya dirasakan beberapa tahun kemudian. Penyakit perlahan menggerogoti tubuh mereka yang kian ringkih. 

5. Penyebab kematian tidak langsung 

Kurang tidur menyebabkan kematian tidak langsung. Menurut CEO Meetdoctor.com, dr. Adhiatma Gunawan, seperti dikutip dari meetdoctorcom mungkin faktor kondisi pasien. 

Kurang tidur berbahaya jika ia mengemudikan kendaraan. Hal itu dapat menyebabkan kecelakaan.

Fatigue atau kondisi kelelahan kronis yang disebabkan karena kurang istirahat ditambah faktor stres yang tinggilah yang mengakibatkan kematian.

Aturlah waktu produktif. Tidur cukup, minimal enam hingga delapan jam sehari.

(deb)

Baca juga : 

5 Pria Ini Meninggal Usai Pilkada 2018, Diduga Karena Kelelahan

Anggota DPRD Batam, Marlon Brando Meninggal karena Kelelahan

 

SHARE US :