https://www.batamnews.co.id

Ombudsman Kecewa Berat, X-Ray Pelabuhan Sekupang Mangkrak

Pengunjung melewati mesin X-Ray yang tidak berfungsi. (Foto: Ilham Yude/Batamnews)

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Kepala Ombudsman, Lagat Siadari berang setelah menemukan fasilitas di pelabuhan Domestik Sekupang yang tidak memadai, Selasa (12/6/2018)

Dalam sidaknya di pelabuhan Domestik Sekupang beberapa fasiltas tidak berfungsi. Menurut dia kejadian seperti ini sangat ironis sekali di saat arus mudik yang mulai ramai.

“Yang pertama kita temukan X ray di lantai dua tidak berjalan. Ada dua X ray yang tidak berjalan, katanya sudah rusak satu bulan. Ini ironis banget. Mau lebaran, penumpang maksimum seperti ini kok alatnya tidak diperbaiki,” ujarnya ditemui setelah sidak.

Bukan hanya mesin X ray pelabuhan, dia juga menemukan X raynya bea cukai tidak ada pencegahan.  “Sekali lagi tidak ada pecegahan barang-barang yang keluar dari wilayah FTZ,” ujarnya geram.

Ia tak melihat bukti petugas bea cukai melakukan pencegahan itu. Hanya saja, kendati alat berfungsi, tapi tidak ada data yang dapat diberikan kepadanya. Seperti tidak ada pencegahan bea cukai terhadap barang-barang yang datang dan keluar dari wilayah FTZ.  “Sangat mengecewakan sekali, dan saya akan menyurati bea cukai untuk itu,” kata dia.

Lagata menyebutkan pihak bea cukai  sama sekali tidak ada memberikan keterangan terkait hal itu. “Ya bisa jadi mohon maaf, ini dugaan adalah salah satu pintu memang jebol (lobang) penyelundupan itu. Bisa jadi gitu lo,” kata dia lagi.

Ia melanjutkan, sebagai bukti pihak bea cukai tidak bisa menunjukkan apapun di sana.“Hanya form yang kosong saja. Tidak ada arsip, katanya sudah diantar ke pusat. Masak sih tiap hari kerja di sini nggak ada. Berapa barang yang dicegah, yang ditolak, berapa yang harus dibayar segala macam seperti itu,” katanya.

Lagata mengatakan  ini akan menjadi catatan bagi mereka

“Kami akan pastikan bahwa itu tidak akan terulang lagi. Kalau seperti ini makanya dikatakan FTZ gagal kan? Nah ini kan pintunya jebol, katanya bea cukai sudah kerja keras. Tapi nyatanya ini? Di depan mata kami lihat mereka tidak bekerja,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Kasatker Terminal Pelabuhan Domestik Sekupang, Suherman sangat berterima kasih atas masukan dari Ombudsmas. Dia mengatakan apa yang menurut dia baik, belum tentu menurut yang lain baik.

“Tapi itu masukan dan ini hari pertama saya untuk angkutan lebaran di domestik Sekupang,” kata dia.

Suherman mengakui bahwa ditahun ini memang peningkatan jumlah penumpang meningkat.”Mungkin memang tidak mencukupi kursinya dan memang tidak cukup untuk hari-hari besar,” ujarnya.

Namun dia menyebutkan sudah menambahkan kursi cadangan, untuk antisipasi lonjakan penumpang. “Ya itu memang masih kurang dan perlu kami sikapi,” ucapnya.

Untuk X ray  yang tidak berfungsi, Suherman mengakui itu. Dia mengatakan  sudah dua bulan alat itu rusak dan sudah pernah diperbaiki.

“Bahkan teknisinya kita datangkan dari Filipina. Tapi memang saya tidak terlalu mengerti secara tekhnis, apakah memang karena sudah tua atau apa. Jadi memang karena kurang maksimal, jadinya rusak lagi. Ini semua sudah kita laporkan ke pimpinan,” katanya.

(ude)