Polemik Obral Izin Ritel Modern di Batam
Curhat Ibu Rumah Tangga Tertipu Belanja di Alfamart dan Indomaret
Alfamart dan Indomaret di Batam (Foto: Johannes/Batamnews)
BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Kehadiran gerai Alfamart dan Indomaret di Batam semakin menjamur. Pemko Batam hingga saat ini masih mengeluarkan izin Alfamart dan Indomaret.
Batam pun saat ini dikepung ritel modern tersebut. Keberadaan Alfamart dan Indomaret ini dengan mudah ditemukan di sejumlah lokasi di Batam. Tak heran, para pedagang lainnya, dengan modal pas-pasan, gulung tikar.
"Hasil survei kami, setiap buka satu gerai Alfamart atau Indomaret buka, ada 4-5 pedagang yang mati," ujar Andi Bola, Wakil Ketua Kadin Kepri dan Dewan Koperasi Indonesia Kota Batam.
Andi menyebutkan, izin buka usaha minimarket tersebut sudah ditutup sejak tahun 2016 lalu. Itu sudah disampaikan Wali Kota Batam.
Sejumlah warga Batam yang belanja di ritel modern Alfamart maupun Indomaret mengaku kerap kecele. Bahkan dari struk belanja juga begitu.
Banyak alasan warga belanja di gerai Alfamart dan Indomart. Mulai dari kebersihan dan promo harga.
Namun, tidak sedikit juga warga yang pernah tertipu permain harga gerai yang sudah beribu cabang itu.
Salah seorang warga Eni mengatakan, dahulu Ia sempat belanja di indomart atau alfamart karena baru. "Karena baru saya ingin coba belanja di sana," ujarnya.
Baca juga:
Alfamart-Indomaret Serbu Pelosok, Walikota: Tak Berizin Langsung Ditutup!
Alfamart Keberatan Diminta Beberkan Informasi Dana Donasi ke Publik
Namun, setelah beberapa kali belanja, Eni menemukan hal yang tidak wajar salah satunya adanya permain harga yang tertera di rak-rak berbeda dengan struk yang dikeluarkan.
"Waktu itu saya beli minyak goreng, tertera Rp 11.000 sedangkan saya bayar Rp 12.500 sesuai dengan struk yang keluar," ujarnya.
Setelah itu Ia tidak belanja lagi ke ritel tersebut selain membeli pulsa cuman Rp 11.500.
"Teman-teman juga banyak yang mengalami kejadian yang sama," ujar warga Sekupang itu kepada Batamnews.co.id, Kamis (31/5/2018).
Kejadian yang sama juga pernah dirasakan Ginok, warga Bengkong. Bahkan ketika ditemukan permainan harga, ia meminta petugas mini market untuk menjelaskan.
"Nggak bisa jawab, tapi karena 500 rupiah biarin ajalah, kalau 1000 orang yang kayak gini berapa duitnya itu," ucapnya.
Ginok beralasan karena di mini market tersebut lebih lengkap. Sehingga jika membeli kebutuhan pokok bisa satu tempat yang dekat.
"Kedai klontong banyak dekat rumah, tetapi kadang tidak lengkap," katanya.
Lain lagi dengan Dila warga Batuaji, aa memilih belanja ka Alfamart atau Indomart karena banyak promo yang ditawarkan.
"Katanya itu lebih murah," ujarnya. Selain ada promo kelengkapan barang juga menjadi alasan Dila belanja di Alfamart.
Meskipun ada banyak gerai berdiri di kawasan rumahnya, namun Dila tidak selalu belanja disana. Ia lebih memilih tempat belanja terdekat atau kedai kelontong sekitar.
"Nggak tiap hari kok, hanya ketika ada kesempatan aja, baru belanja di Alfamart," katanya. Dila belum menemukan permasalahan permainan harga di bisnis ini, pasalnya ia tidak begitu peduli.
Beberapa hal tersebut menjadi alasan warga memilih belanja di mini market daripada kedai kelontong warga setempat. Diduga alasan tersebut menjadi pemicu tumbangnya UKM masyarakat.
Dari patauan Batamnews.co.id, selain lengkapnya barang yang dijual, kebersihan, parkiran yang luas, tempat nongkrong nyaman, promo besar besaran hingga pelayanan yang ramah membuat warga berpaling bisnis modal asing ini daripada kedai mandiri warga setempat.
Seorang warga Tiban, Ani, juga mengaku kerap menemukan adanya kesalahan struk saat belanja di salah satu gerai tersebut. "Untung selalu saya cek harganya, dan bisa dikomplain," ucap Ani.
Sebelumnya Wakil Ketua Kadin Kepri dan Dewan Koperasi Indonesia Kota Batam, Andi Bola mengaku heran dengan masih banyaknya gerai-gerai Alfamart dan Indomaret yang masih buka. Setau dia izin buka usaha minimarket tersebut sudah ditutup sejak tahun 2016 lalu.
Kehadiran gerai modern ini, kata Andi, mematikan pedagang kecil lainnya. Menurutnya, rasio kehadiran toko modern itu terhadap matinya pedagang kecil 1: 5.
"Setiap satu Alfamart, bisa mematikan 4-5 pedagang kecil," ujar Andi. Ia pun meminta pemerintah lebih bijaksana dalam memberikan izin dan menerapkan aturan terhadap keberadaan gerai tersebut.
Pihak Alfamart dan Indomaret belum bisa dimintai konfirmasi terkait hal tersebut. Beberapa kali dihubungi bos Alfamart dan Indomaret di Batam juga tak berhasil.
Wali Kota Batam HM Rudi pada tahun 2016 sempat menyetop izin Alfamart dan Indomaret secara lisan kepada wartawan. Pasalnya, sejumlah warga di Batam keberatan perumahan mereka diserbu Alfamart dan Indomaret.
(tan)
Komentar Via Facebook :