Demo Petugas Kebersihan Kota Batam

Begini Jeritan Hati 120 Sopir Truk Kebersihan Kota Batam

Mobil truk sampah di depan Pemko Batam, Senin (28/5/2018). Para petugas kebersihan ini melakukan unjuk rasa menuntut beberapa kejelasan hak sebagai petugas kebersihan. (Foto: Johannes Saragih/Batamnews)

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Aksi unjuk rasa Puluhan sopir truk dari Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam bubar. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengancaman penarikan kunci kendaraan kebersihan dan pemecatan.

Ada sebanyak 120 sopir truk yang melakukan aksi unras di depan kantor Walikota Batam. Mereka hanya menyampaikan aspirasi.

"Kami dimintai kunci mobil, kalau unjuk rasa tetap berlanjut, kami terpaksa meminta mediasi dan menggagalkan aksi unjuk rasa kami," kata Yut seorang satgas DLH Kota Batam, Senin (28/5/2018).

Aksi unjuk rasa ini mengajukan 4 point kepada Wali Kota Batam, terkait THR yang tidak keluar selama 2 tahun, dibuatkannya BPJS Mandiri untuk para pekerja, tanggungan biaya kerusakan dan kebersihan kendarakan secara pribadi, tidak adanya libur di tanggal merah serta tidak mendapatkan cuti.

Salah seorang satgas tersebut mengatakan bahwa mediasi yang akan berlangsung di DLH Kota Batam juga dengan beberapa intimindasi, selain penarikan kunci, mereka juga di ancam akan di pecat. "Kami diintimidasi sejak duduknya walikota yang baru," ujarnya.

Ia mengatakan aksi unjuk rasa yang mereka laksanakan tadi bukan tidak memiliki izin, namun sudah beberapa kali mereka mengajukan surat aksi unjuk rasa namun tidak ditanggapi, hal tersebut yang membuat mereka langsung melakukan aksi tanpa mengajukan surat izin unjuk rasa.

"Kami sangat merasa tidak merdeka, makanya kami beranikan diri untuk menempuh jalur yang akan membuat kami di pecat," tutupnya.

Sampai saat ini, puluhan Satgas DLH sudah menunggu Kehadiran kadis DLH kota Batam untuk melakukan mediasi.

(put)

SHARE US :