Menpar Targetkan Jual 500 Ribu Paket Wisata, Luncurkan Program Hot Deals di Batam

Peluncuran Program Hot Deals Kepri 2018 di Planet Holiday Hotel Batam, Kamis (19/4/2018) oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya. (Foto: Batamnews)

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Menteri Pariwisata, Arief Yahya meluncurkan Program Hot Deals Kepri 2018 bertema ‘HOT DEALS 365  Everyday is Hot Deals Offers in Batam and Beyond’ di Hotel Planet Holiday Hotel, Kamis (19/4/2018).

 

Diluncurkan program ini menandai dimulainya program hot deal Kepri 2018 dengan target menjual 500 ribu paket wisata. Program ini sebagai salah satu langkah strategis dalam upaya mendukung pencapaian target kunjungan 17 juta wisatawan mancanegara secara nasional, terutama di wilayah perbatasan di Kepulauan Riau (Kepri).

Dalam sambutannya, Arief  menjelaskan paket hot deals diterapkan dengan konsep sharing economy. Yakni menjual barang atau jasa yang tidak laku atau excess capacity dengan memberikan diskon yang besar sehingga mendorong wisman berkunjung atau bila semula calon wisman tidak ada rencana untuk melakukan perjalanan wisata.

“Kita targetkan wisman Singapura, atau bahkan wisman negara lain yang berada di Singapura dapat tertarik berwisata ke Indonesia,” ujar Arief.

Ia mengapresiasi keberhasilan ujicoba di Kepri pada tahun lalu, dan tahun ini juga tetap dipertahankan dan ditambah lagi hot deal di Jakarta dan Bali.

“Tanggal 3 Mei nanti saya resmikan di Jakarta dengan target 1 juta wisatawan, sama juga dengan Bali, jadi ada 3 Provinsi yang akan kita fokuskan,”jelasnya.

Promo Hot Deal ini melibatkan komponen pelaku usaha yang bergerak di unsur 3 A (Aksesibilitas, Atraksi, dan Amenitas) yaitu; penyelenggara transportasi (pengusaha fery), akomodasi (hotel dan restoran) dan atraksi (spa, golf, dan atraksi lainnya) dan berjalan sukses menjual sebanyak 105.000 paket  hot deals  atau mencapai 100%.

“Kunci sukses uji coba hot deal di Kepri adalah dengan memberikan diskon besar; untuk tiket fery hingga 60% off, atraksi hingga 50% off, dan akomodasi hotel 8% off. Maka tahun ini harus kita tingkatkan akselerasinya melalui 500 ribu paket” kata Dia.

Ia juga mengatakan, Pemerintah (Kemenpar) bersama stakeholer pariwisata menerapkan tiga strategi agar target kunjungan 17 juta wisman tahun ini dapat tercapai. Ketiga strategi tersebut adalah memberikan insentif kepada airlines, program Hot Deals ViWI (Visit Wonderful Indonesia)  2018, serta digital marketing platform competing destination model (CDM).

CDM adalah teknologi baru untuk merancang konten iklan yang relevan dengan perilaku dari masing-masing segmen travellers.

“Kita  harus punya digital marketing platform, sehingga kita bisa tahu, orang yang sedang ‘look’ berapa orang, kemudian orang yang ‘look’ lalu menjadi search berapa dan selanjutnya menjadi pay berapa. Namun saat orang sedang look atau seach, yabg semula kita tidak bisa mempengaruhi, dan ketika menggunakan platform CDM, akan bisa kita pengaruhi,” kata Menpar.

Dengan memberikan insentif kepada airlines  untuk melakukan bundling tiket  atau sebagai More for Less  (you get more, you pay less) diharapkan akan mendapatkan tambahan sebanyak 1,5 juta wisman, sementara  untuk  program Hot Deals ViWI 2018 yang diinisiasi 18 stakeholder pariwisata mendapat 2,5 juta wisman, dan digital marketing platform CDM 1 juta wisman.

Kunjungan wisman ke Kepri menurut data BPS pada Januari-Desember 2017 mencapai 2.074.534 kunjungan atau  naik 8,04% dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya berjumlah 1.920.232 orang. Kunjungan wisman ke Kepri didominasi oleh wisatawan Singapura mencapai 51,17% dengan memiliki Batam dan Bintan sebagai destinasi favorit.

(ret)