Wah, China Klaim Natuna Masuk Wilayahnya

Peta baru China. (foto: unclos)

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - China merilis peta baru Laut China Selatan yang membuat heboh negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. China mengklaim sebagian wilayah Kepulauan Natuna masuk dalam wilayah mereka.  

Presiden Jokowi langsung gusar. Jokowi membuat pernyataan tegas terhadap Pemerintah China. Saat berpidato dalam kunjungan kenegaraan di Tokyo, Jepang, Jokowi meminta China tidak macam-macam dan mengganggu kedaulatan wilayah NKRI.

Pernyataan Jokowi tersebut menjadi headline koran-koran di Jepang. Disebutkan, Jokowi meminta China hati-hati dalam menentukan perbatasan lautnya. Langkah China ini benar-benar mengusik kedaulatan Indonesia.

Langkah China ini jelas-jelas merugikan dan merupakan potensi ancaman. Jokowi menyebut ada sembilan titik baru yang dibuat China masuk dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. "Klaim China sama sekali tak memiliki dasar hukum internasional," katanya.

Asisten Deputi I Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Bidang Doktrin Strategi Pertahanan, Masekal Pertama TNI Fahru Zaini membenarkan adanya klaim China tersebut.

"China telah mengklaim wilayah perairan Natuna sebagai wilayah laut mereka. Klaim sepihak ini terkait sengketa Kepulauan Spratly dan Paracel antara negara China dan Filipina. Sengketa ini, akan berdampak besar terhadap keamanan laut Natuna," ungkap Fahru Zaini saat berkunjung ke Natuna, Rabu (25/3/2015) seperti dilansir antara.

Ia menjelaskan, China telah menggambar peta laut Natuna di Laut China Selatan masuk peta wilayahnya dengan 9 dash line atau garis terputus, bahkan dalam paspor terbaru milik warga China juga sudah dicantumkan.

"Yang dilakukan oleh China ini menyangkut zona wilayah NKRI. Untuk itu, kami datang ke Natuna ini ingin melihat secara nyata strategi dari komponen utama pertahanan NKRI, yaitu TNI, terutama dalam kemampuan, kekuatan dan gelar pasukan bila terjadi sesuatu di wilayah ini," jelasnya.

Menurut dia, bukan hanya wilayah Indonesia saja yang dipetakan oleh China tetapi juga wilayah negara lain yang berbatasan dengan perairan Laut China Selatan seperti, Vietnam, Malaysia, Brunai, Fhilipina serta Taiwan.

"Bukan wilayah negara Indonesia saja yang petakan oleh China, negara lain juga dipetakan. Namun China tidak mau berterus terang terhadap koordinat mana yang masuk wilayah mereka," katanya.
 
(ind/bbs/antara/merdeka)

SHARE US :