Pegawai Lebih Banyak Nikmati Anggaran Pendidikan Dibanding Pelajar

Pegawai Lebih Banyak Nikmati Anggaran Pendidikan Dibanding Pelajar

Ilustrasi

BATAMNEWS.CO.ID, Bintan - Pemkab Bintan mengalokasikan anggaran sektor pendidikan sebesar 20 persen dari total APBD 2017. Namun alokasi tersebut konon lebih banyak dinikmati oleh pegawai dibandingkan pelajar.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bintan, Tamsir mengakui, anggaran pendidikan yang dialokasikan sebesar 20 persen atau Rp 220 miliar itu lebih banyak terserap atau digunakan untuk pelayanan publik. Sehingga penyediaan sarana dan prasarana untuk tingkat SD-SMP belum mampu dipenuhi.

"Alokasi anggarannya sudah sesuai amanat undang-undang. Tapi penggunaannya lebih banyak digunakan untuk pelayanan publik. Jadi belum mampu mengkover sarana dan prasarana dari tingkat SD-SMP," ujarnya, Senin (27/11/2017).

Penggunaan alokasi anggaran pendidikan sebesar Rp 220 miliar terdiri dari pembiayaan belanja pegawai yaitu gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) Disdik Bintan sebesar Rp 170 miliar serta tunjangan 1.400 guru honorer dan 500 guru komite sebesar Rp 14 miliar. 

Dari penggunaan belanja pegawai tersisa sebesar Rp 50 miliar. Besaran dana inilah yang bisa dinikmati oleh pelajar diantaranya untuk penyewaan 43 bus dan 17 pompong sekolah sebesar Rp10,3 miliar, untuk menanggung biaya masuk dan perlengkapan sekolah Rp 5,5 miliar dan 34,2 miliar untuk sarana dan prasarana.

"Jadi hanya Rp 50 miliar yang digunakan untuk pelajar. Mulai dari transportasi, biaya masuk dan pakaian tingkat SD-SMP dan fasilitas sekolahan," jelasnya.

Dana yang bisa dirasakan pelajar Bintan masih tergolong minim. Rencananya, Disdik akan mengumpulkan seluruh pengusaha di Bintan untuk menyamakan persepsi dalam meningkatkan sektor pendidikan.

Persepsi yang menjadi titik fokus yaitu menginventarisir dana CSR di masing-masing perusahaan. Dana CSR itulah akan digunakan untuk memaksimalkan pentingkatan dunia pendidikan di kabupaten ini. 

"Setiap perusahaan memiliki peran yang berbeda. Ada yang membantu merehabilitasi ruang belajar atau membangun ruang kelas baru, memberikan komputer dan lainnya," tutupnya.
 
(ARY)