https://www.batamnews.co.id

Liburan ke Karimun, Pria Malaysia Bawa Ganja di Celana Dalam

YWT, tersangka kepemilikan ganja saat digiring aparat kepolisian ke Mapolres Karimun (Foto: Edo/Batamnews)

BATAMNEWS.CO.ID, Karimun - Seorang warga negara Malaysia, YWT (38), diringkus petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP B Tanjungbalai Karimun di Pelabuhan Internasional Karimun. Di celana dalamnya petugas menemukan bungkusan berisi daun ganja kering.

Pria tersebut baru saja menyeberang dari pelabuhan Kukup Malaysia, menggunakan feri MV Tuah I, Sabtu kemarin. 

Petugas tampak curiga dengan gerak-gerik pria tersebut saat turun kapal. Kemudian melakukan pemeriksaan. Baik pemeriksaan luar maupun dalam.

"Saat melakukan pemeriksaan terhadap YWT, kita menemukan sebuah bungkusan plastik di dalam celana dalamnya seberat 2,63 gram," ujar Kasubsi Penyuluhan dan Layanan Informasi Doni saat gelar ekpose di media centre KPPBC, Senin (13/11/2017) sore.

Pria itu mengaku membeli di Malaysia. Ia menggunakan untuk konsumsi pribadi. "Jadi, dia ini adalah pecandu berat dan telah menggunakan ganja selama 15 tahun. Kasus sudah kita limpahkan kepada Satresnarkoba Polres Karimun," katanya.

YWT mengaku datang ke Karimun untuk berlibur. "Baru pertama kali saya ke Karimun, sedangkan untuk ke Indonesia sudah dua kali. Saya tidak mengetahui ada ganja di dalam tas, ketika barang itu saya ketahui ada di tas saya binggung apakah mau membuang atau tetap menyimpan didalam tas, jadi saya ambil keputusan untuk memasukkan di dalam celana dalam saya," ucap YWT dari balik sebo hitam yang menutupi kepalanya.

Dia mengatakan, dia ke Indonesia bersama teman- temannya yang berjumlah 5 orang. Teman-temannya tidak menggunakan barang- barang tersebut dan saat ini  sudah kemabali ke Malaysia.

Atas perbuatannya tersebut dia telah melanggar pasal 102 e Undang- Undang nomor 17 tahun 2006 tentang perubahan nomor 10 tahun 1995 tentang kepabeanan yaitu menyembunyukan barang impor berupa sabu secara melawan hukun di pelabuhan Internasional Ferry Internasional Tanjungbalai Karimun atau mengimpor golongan I sebagaimana dimaksud pasal 113 ayat 1 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika.

(edo)