3 Jam Terombang-ambing di Laut Lepas, Para Peneliti Syok
Korban kapal tenggelam di Pelabuhan Batuampar Batam dan KRI Pattimura. (foto: alf)
BATAMNEWS.CO.ID, Batam - 20 orang Kapal KM Nurah yang tenggelam di perairan Bintan, Kepulauan Riau, syok setelah sekitar 3 jam terombang ambing di laut lepas.
Menurut Danguskamlabar, Laksamana Pertama TNI Abdul Rasyid, kapal yang ditumpangi oleh puluhan peneliti terumbu karang itu, bertolak dari Pelabuhan Batuampar, Sabtu malam sekitar pukul 17.00 WIB dan kapal tersebut dinahkodai oleh Mushaimin (39).
Setelah kapal tersebut berlayar selama empat jam dari Batam, sambung Rasyid, sekitar pukul 20.00 kapal tersebut mengalami kebocoran akibat kuatnya ombak malam itu.
Sekitar pukul 22.00 WIB, seorang anggota kapal nahas itu memberi kabar ke Guskamla dan memberi tahu kalau kapal KM Nurah tenggelam.
Para penumpang yang terdiri dari 9 peneliti dari Jakarta, 3 peneliti warga Australia dan 1 peneliti asal Amerika itu mulai panik.

Guskamlambar yang berkoordinasi dengan TNI AL, mengerahkan 4 kapal KRI diantara KRI Siribua, Kapita Patimura, Kala Hitam, Baracuda.
Lalu para korban berhasil dievakuasi Minggu dinihari (15/3/2015) sekira pukul 01.30 WIB. "Setelah melakukan patroli pencarian 3 jam, mereka berhasil kami evakuasi," ungkap Laksamana Rasyid.
"Mereka sempat mengambang di laut lepas menggunakan pelampung," ungkap Rasyid.
"Mereka tampak syok, saat menceritakan kejadian pada saya. Wajah mereka pucat semua," tambah Rasyid.
(alf)

Komentar Via Facebook :