Pembangunan Apartemen Mewah, Bagaimana Nasib Ikon Welcome To Batam?

Pembangunan Apartemen Mewah, Bagaimana Nasib Ikon Welcome To Batam?

Pembangunan apartemen mewah di sekitar ikon Welcome To Batam, Batam Center. (Foto, yes/batamnews.co.id)

BATAMNEWS.CO.ID, Batam – Pemandangan “Welcome To Batam,” (WTB) kini sedang terganggu dengan plang sebuah proyek pembangunan apartemen. Terpampang menghadang ikon Batam, plang bertuliskan "Pulau Mas Putih" itu berdiri mulai dari Sekolah Global Indonesia hingga Jalan Sangam Bertuah.

Plang setinggi orang dewasa itu panjangnya sekitar 40 meter disebut-sebut sebagai milik Pengembang Cipta Group. Pembangunan apartemen mewah ini terletak tidak jauh dari Kantor Pemko Batam, Batam Center, Batam. Plang itu menandakan pembangunan dimulai. Seorang warga melihat, plang itu dipasang pada Mei lalu. “Akan dibangun apartemen,” katanya tadi pagi.

Kini, warga sekita mulai bertanya-tanya tentang nasib ikon “Welcome To Batam”. Di antara warga ada yang bilang ikon WTB juga akan dipindahkan ke dekat bandara. “Tetapi pada plang itu katanya tulisan WTB-nya masih berada di belakang gedung, ngak tau lah,” kata warga yang berdagang di depan WTB.

Ia melanjutkan, jika benar akan di pindah tentu itu tidak mendukung sekali, pasalnya bandara jauh dari pusat kota. Kalau di sini, darimana saja orang bisa datang, mulai dari Batu Aji, Bengkong, Nongsa dan lainnya. “Ya kalau di bandara, berarti keluar dari pusat kota, jadi mau pulang kampung baru bisa foto,” katanya.

Semenjak plang bangunan tersebut dipasang warga tidak dapat lagi berfoto lebih dekat dengan ikon WTB. Pasalnya jalan akses ke sana yang berada di samping kanan sudah tertutup plang.

Jika melihat dari denah yang tertempel pada plang, terlihat tulisan WTB masih ada tepat di samping kiri apartemen, sedangkan di depan WTB ada bangunan-bangunan kecil berderat. Selain itu di plang juga tertulis “Pulau Mas Putih” dan beberapa semboyan ajakan “believe you can, and you are halfway there,”.

Objek wisata ikon WTB Kota Batam ini setiap sore dikunjungi warga. Bahkan di antaranya ada yang menjadikan tempat ini sebagai tempat berjualan.***  (yes)