Dituding Terima Suap Listrik, Ini Reaksi Irwansyah

Anggota Komisi III DPRD Kepri Irwansyah (Foto: dok. pribadi)

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Anggota Komisi III DPRD Kepulauan Riau Irwansyah membantah keras isu mengenai adanya dugaan suap kenaikan tarif listrik bright PLN Batam. Isu itu dilempar akun Andi Yusuf di media sosial Facebook. 

Isu ini kemudian menjadi pembicaraan hangat masyarakat Batam di tengah polemik kenaikan tarif.

“Empat miliar itu bukan sedkit uangnya, saya tidak pernah lakukan itu,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan batamnews.co.id, Selasa (23/05/2017).

Irwansyah juga menyebutkan, informasi itu palsu atau kabar bohong (hoax). “Nggak ada, itu hoax,” cetusnya.
 
Dia juga menambahkan, tidak mungkin ia melakukan itu, sedangkan di PLN itu ada mantan pejabat Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Junino Yahya, dan juga saber pungli.

Dalam tulisan itu, Andi Yusuf menyebutkan peran Irwansyah sebagai penjembatan antara bright PLN Batam dengan anggota DPRD Provinsi Kepri. Bahkan stafnya pun dituding yang meminta nomor rekening para anggota DPRD.

Sedangkan tugas Irwansyah dan Asmin Patros mengamankan anggota Komisi 2 dan 3 agar tidak ribut. “Dan ikut arus yang mereka inginkan,” tulis akun Andi Yusuf

Nama dan peran Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau pun tak luput disebut. “Jumaga yang memainkan peran,” kata Andi yang dalam biografinya tertulis berdomisili di Tanjungpinang.

“Sedang presiden aja bisa kena hoax juga, presiden dikatakan PKI,apalagi kita anggota Dewan,” kata mantan anggota DPRD Batam tersebut.***

(ogi)

SHARE US :