Laporan Langsung dari Ajang World Press Freedom di Jakarta

Jokowi Ajak Semua Pihak Perangi Hoax

Jokowi Ajak Semua Pihak Perangi Hoax

Presiden Jokowi saat menghadiri World Press Freedom Day di JCC Jakarta (Foto: Istimewa/Komang/Batamnews)

Zuhri Muhammad

BATAMNEWS.CO.ID, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo menghadiri Hari Pers Internasional (World Press Freedom Day) 2017 yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (3/5/2017). Indonesia terpilih sebagai tuan rumah World Press Freedom Day (WPFD).

Dalam kesempatan itu, Jokowi meminta agar semua pihak bersama-sama memerangi berita hoax dan juga berita dengan isi untuk menyebarkan kebencian. 

"Sekarang ini, mudah sekali untuk mengeluarkan pendapat, hal ini membuat berita-berita hoax mudah sekali menjadi konsumsi bagi masyarakat, era digital juga dianggap berpengaruh dalam penyebaran berita hoax tersebut, namun ini yang mengakibatkan informasi menjadi tidak akurat sehingga menjadi kontroversial," ujar Jokowi di hadapan ratusan jurnalis baik dari Indonesia maupun mancanegara.

Selain itu juga seruan kebencian juga sangat mudah diutarakan, yang terkadang membuat perpecahan. 

"Mari kita bersama-sama mencegah penyebaran berita-berita tersebut supaya tidak timbul perpecahan yang diakibatkannya," kata Jokowi. 

Pada kesempatan tersebut, Dawit Isaak mendapat penghargaan penghargaan Kebebasan Pers Guillermo Cano. Dawit merupakan jurnalis yang dihukum penjara di Eritrea, September 2016 lalu sudah genap 15 tahun Dawit Isaak dipenjara. 

Penerimaan penghargaan diterima anaknya Betlehem dan diberikan langsung Direktur Jendral Unesco, Irina Bakova. 

"Sekarang hidupnya telah menjadi inspirasi saya dan saya mengerti pilihan, nilai dan aspirasinya. Saya paham perjuangan dan dedikasinya untuk keadilan sosial, perdamaian dan stabilitas lebih dibutuhkan sekarang, tidak sedikitpun dalam dirinya ada rasa kebencian," ujar Betlehem.

Sambil menahan tangis Betlehem mengatakan walaupun ayahnya tidak dapat menerima penghargaan teesebut namun ia yakin semangat ayahnya tetap melekat, ayahnya juga ingin agar dirinya tidak sedih lagi. 

"Saya tahu di berusaha untuk tegar, Dia merupakan orang yang sangat hebat bagi saya, semangatnya tidak pernah pudar dan perjuangannya tentang HAM juga selalu ada, hal ini membuat saya juga akan berupaya untuk masyarakat Eritrea," kata dia.

Eritrea merupakan sebuah sebuah negara yang terletak di bagian timur laut Afrika . Eritrea berbatasan dengan Sudan di sebelah barat, Ethiopia di selatan, dan Djibouti di tenggara.***

 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.
Komentar Via Facebook :