Hari Pers Sedunia 2017
Jokowi: Tanpa Pers Bebas Takkan Ada Demokrasi dan Kemajuan di Indonesia
Presiden RI Joko Widodo. (foto: ist/net)
BATAMNEWS.CO.ID, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo menyebutkan kebebasan pers Indonesia memiliki peran penting dalam kemajuan yang telah diraih pemerintah hingga saat ini.
Hal itu diucapkan Jokowi dalam perhelatan akbar Hari Pers Sedunia 2017 yang dipusatkan di Indonesia.
"Saya ucapkan selamat datang di rumah jurnalisme paling bebas dan bersemangat di dunia," ujarnya ketika memberikan kata pengantar di ajang penyerahan Guillermo Cano World Press 2017 di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Jakarta pada (3/5/2017).
Jokowi menyebutkan, takkan ada demokrasi dan kemajuan di Indonesia tanpa kehadiran jurnalis. Kebebasan pers disebutnya melahirkan Indonesia yang kuat dan dinamis.
Ia memaparkan bagaimana perkembangan ekonomi dan pembangunan di Nusantara sekarang maju pesat. Sejak krisis keuangan di Asia pada 1997, Jokowi menyebutkan perekonomian Indonesia telah bertumbuh sebesar 300%.
Bahkan dalam aspek politik dan pemerintahan, Indonesia terus berbenah memperbaiki diri. Demokrasi berjalan dengan baik dilihat dari pemilu yang menghasilkan empat pemimpin berbeda dalam 20 tahun terakhir.
"Indonesia tidak akan bisa semaju ini tanpa pers yang bebas, tanpa teman-teman media," ucapnya kepada seluruh hadirin.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai kebebasan pers Indonesia memiliki peran penting dalam kemajuan yang telah diraih pemerintah hingga saat ini. "Karena itu saya ingin katakan kepada pers internasional bahwa kami tak bisa melakukannya sendiri tanpa anda sekalian (media)," terang Jokowi.
Ia menjelaskan, era kebebasan pers Indonesia mulai terjadi setelah reformasi sekira pada tahun 1990. Kala itu, lanjut Jokowi, semangat kebebasan pers memainkan peran penting dalam mengontrol jalannya pemerintahan.
"Mereka (pers) berani meminta pertanggungjawaban dari pemerintah, melawan korupsi, dan kami semua terhibur. Demokrasi kan memang harus dinamis, anda media adalah teman kami. Media itulah yang membuat negara dan pemerintahan lebih dinamis lagi," jelasnya.
(ind)
Komentar Via Facebook :