Cerita Menegangkan Polisi Buru Frengky di Hutan Bakau

Cerita Menegangkan Polisi Buru Frengky di Hutan Bakau

Hutan bakau di Bintan (Foto: Aji/Batamnews)

Zuhri Muhammad

BATAMNEWS.CO.ID, Tanjungpinang - Ada cerita menarik saat perburuan terhadap Frengky Purba alias Andre, salah satu tahanan kasus narkoba Polres Tanjungpinang. Puluhan petugas polisi dikerahkan.

Bahkan perburuan tetap dilangsungkan pada malam hari. Termasuk saat penangkapan Frengky di hari kedua pelariannya. Ia ditangkap di hutan bakau Desa Tembeling, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Kepri, Minggu (29/1/2017) dini hari. 

"Situasi gelap gulita, kita (polisi) hanya sebagian dipersenjatai dan senter sebagai penerang mata," ungkap Kasat Narkoba Polres Tanjungpinang, AKP Ricky Firmansyah menceritakan pengejaran terhadap Frengky.

Frengky saat diringkus polisi (Foto: Batamnews)

 

Sebelumnya, tiga tahanan berhasil diringkus pada sore harinya. Ketiganya ditangkap di daerah yang sama. 

Perburuan terus dilanjutkan di hutan bakau seluas 4 hektare.

Frenky dengan lihat mengendap dan menyelinap di balik rerimbunan hutan bakau yang gelap dan penuh bintang buas itu.

Pengintaian hingga tengah malam. Pada saat itu, kata Ricky, semangat anggotanya sudah mulai kendor dan lemah.

“Tapi semua itu tidak menjadi penghalang bagi kami untuk tetap semangat mencari, terus mencari," kata Ricky.

Mata mata merah dari hewan penghuni mangrove, kalong sejenis kalilawar, Ular dan hewan melata lainnya memancarkan suasana malam itu menghiasai pengintaian.

Para polisi itu pun berusaha mempersempit ruang gerak Frengky di dalam hutan bakau tersebut.

"Situasi semakin dekat, kita hanya berkomunikasi dengan sandi, tidak ada suara sekita, dan jika pelru bersuara, air semakin tinggi, malam itu air pasang," katanya.

Akhirnya, dengan keterbatasan pencahayaan dan jumlah personel, tim kecil gabungan itu dibantu warga setempat berhasil melacak keberadaan buruan.

"Cukup diakui memang daya tahan tubuh Frenky tergolong kuat, selain tidak makan dan minum selama dua hari, Frenky juga mampu berlari lalu lalang di dalam hutan rawa bakau dengan kondisi Gelap gulita tanpa bantaun alat apapun bahkan alas kaki," katanya.

Namun Setelah mengintai beberapa lama, sekitar pukul 01.00 WIB, mulai terlihat tanda tanda keberadaan dan pergerakan Frenky.

"Kami melakukan pengepungan pada Posisi Frengky berada. Dia tau pergerakan anggota dan tim, sehingga dia tetap berusaha melarikan diri dan berlari tanpa arah," ungkapnya.

Tim gabungan pun tetap berusaha mengejar meskipun air laut mulai pasang.

"Frengky tetap lari bahkan melakukan perlawanan dengan tidak mengindahkan tembakan peringatan petugas, sebanyak 2 kali,” jelasnya.

Dan akhirnya Frengki  bertekuk lutut setelah tersandung akar bakau. Dia kemudian di gelandang ke Mapolres Tanjungpinang.


[aji]

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.
Komentar Via Facebook :