Putin Desak Warganya di Barat Segera Pulang, Ada Apa?
Presiden Rusia Vladimir Putin. (foto: ist/net)
BATAMNEWS.CO.ID, London - Media Inggris, Daily Star, menerbitkan laporan yang menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin mendesak para pejabat dan kerabatnya di negara-negara Barat untuk segera pulang ke Rusia. Dikabarkan, desakan itu terkait potensi pecahnya Perang Dunia III antara Rusia dan Barat.
Laporan yang belum dikonfirmasi itu mengklaim mengutip sumber-sumber anonim di lingkup Pemerintah Rusia. Namun, Kremlin dilaporkan membantah laporan media Inggris ini.
”Russia urgently recalls officials families living abroad as WW3 threat looms (Rusia mendesak untuk menarik pejabat dan keluarganya yang tinggal di luar negeri, mengingat ancaman Perang Dunia (PD) III),” demikian judul headline Daily Star, yang dikutip Kamis (13/10/2016).
Publikasi media Inggris ini disertai gambar Presiden sedang melirik marah dengan latar belakang sebuah ledakan. Gambar lainnya menunjukkan Putin dan peta Eropa, di mana Rusia diwarnai cat merah dengan sabit dan palu simbol Uni Soviet hendak membombardir negara-negara Eropa dengan rudal nuklir.
Surat kabar itu juga mengutip analis politik Rusia; Stanislav Belkovsky, yang mengatakan bahwa laporan perintah evakuasi keluarga pejabat Rusia di Barat sebagai bagian dari Rusia untuk mempersiapkan perang besar dengan Barat.
Keputusan Rusia menangguhkan kesepakatan dengan AS soal pembuangan plutonium dari senjata nuklirnya juga dijadikan latar belakang laporan tersebut untuk mendukung asumsi Rusia mempersiapkan perang besar dengan Barat.
Klaim deskan Putin untuk warga Rusia di Barat agar eksodus awalnya dilaporkan znak.com, sebuah situs berita yang berbasis di Yekaterinburg di Ural. Laporan ini mengutip lima pejabat Rusia, namun bukan rekomendasi resmi dari Kremlin.
Ketika ditanya tentang laporan itu, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa itu adalah pertama kalinya dia mendengar tentang adanya desakan penarikan pejabat Rusia dan keluarganya yang ada di negara-negara Barat.
Indikasi perang
Indikasi soal perang dunia III ini sebelumnya juga mencuat setelah Rusia memindahkan sejumlah rudal balistik Iskander-M ke perbatasan. Rusia dan AS serta sekutunya NATO mulai terlibat ketegangan terkait kebijakan di Suriah.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa pasukan rudal strategis negara itu telah berhasil meluncurkan tiga rudal balistik secara terpisah. Dua rudal balistik diluncurkan dari kapal selama dari armada Utara dan Pasifik dan satu rudal balistik antarbenua diluncurkan dari pusat ruang angkasa Plesetsk.
Semua uji coba rudal balistik itu dilakukan sebagai bagian dari latihan kesiapan tempur.
“Peluncuran menunjukkan tingkat tinggi kesiapan Pasukan Kapal Selam Armada Pasifik dan mengkonfirmasi efektivitas dari komando dan sistem kendali pasukan nuklir strategis angkatan laut,” kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan yang dikutip Russia Today, Rabu (12/10/2016).
Selanjutnya, dalam tes ketiga Pasukan Rudal Strategis Rusia melakukan peluncuran rudal balistik antar-benua (ICBM) RS-12M dari pusat ruang angkasa Plesetsk. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim rudal itu berhasil menghantam target di lapangan tembak di Kamchatka.
Rudal RS-12M yang juga dikenal sebagai rudal Topol-M adalah rudal balistik antarbenua dengan jangkauan maksimum 10.000 km (6.125 mil). Rudal ini dapat membawa hulu ledak nuklir hingga 550 kiloton.
(ind/bbs)
Komentar Via Facebook :