Tontowi Ahmad Bawa Benda Istimewa Ini ke Olimpiade Rio
Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. (ist/net)
BATAMNEWS.CO.ID, Rio - Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mencetak sejarah di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Pasangan ini menjadi ganda campuran Indonesia pertama yang meraih medali emas Olimpiade.
Lolos ke final Olimpiade dan meraih medali emas merupakan buah kerja keras Tontowi/Liliyana selama ini. Tak hanya fisik dan taktik, pasangan ini juga mempersiapkan mental untuk berlaga di pesta olahraga akbar empat tahunan itu.
Khusus Tontowi, pebulu tangkis 29 tahun ini bahkan membawa barang istimewa ke Olimpiade Rio. Benda istimewa itu juga selalu dibawanya setiap bertanding di luar negeri. Benda itu bukan raket atau handphone.
"Barang khusus yang harus dibawa paling Alquran untuk dibaca. Itu aja sih," ia menambahkan.
Dalam akun Instagram-nya, Tontowi mengunggah foto dirinya tengah membaca Alquran di sela-sela waktunya di Olimpiade Rio. "Pamer kebiasaan," tulis Tontowi dalam Instagram-nya yang ditunjukkan kepada sang istri Michelle Ahmad.
Tontowi Ahmad dan pasangannya Liliyana Natsir sudah cukup banyak meraih gelar juara di ajang internasional.
Tontowi Ahmad atau yang akrab dipanggil Owi ini merupakan anak laki-laki pasangan M. Khusni dan Masruroh. Ia dilahirkan di Banyumas, Jawa Tengah, 18 Juli 1987. Pebulutangkis dengan tinggi 178 cm ini dibesarkan di Desa Selandaka, Pemalang, rumah kedua orangtuanya.
Karir bulutangkis Tontowi dimulai di Pelatnas. Ia selama ini menjadi pemain pelapis di Pelatnas utama ganda campuran. Sebelum berpasangan dengan Lilyana, Owi pernah turun di beberapa kejuaraan dengan partner berbeda-beda antara lain Greysia Polii, Shendy Puspa Irawati serta Richi Puspita Dili. Bersama rekan-rekan sebelumnya, penyuka makanan Padang ini tercatat memenangkan beberapa pertandingan seperti Juara Vietnam Open Grand Prix 2007, Juara Vietnam Challenge 2009 dan Juara juara Vietnam Challenge 2009.
Pertemuannya dengan Lilyana terjadi setelah PBSI menilai Butet, sapaan Lilyana, perlu pasangan baru. Hal itu karena usia Nova Widiyanto memasuki angka 35 tahun. Untuk mencari pengganti Nova, PBSI saat itu menyeleksi beberapa nama yaitu Fran Kurniawan, Muhammad Rijal dan Devin Lahardi, termasuk Tontowi.
Terpilih sebagai pengganti Nova, Owi menunjukkan penampilan apiknya di pertandingan pertama bersama Lilyana. Mereka berhasil membawa pulang gelar juara di turnamen Macau Open Grand Prix Gold 2010. Saat itu mereka berhadapan dengan rekan senegara sendiri, Hendra Aprida Gunawan dan Vita Marissa. Menang dengan skor 21-14, 21-18, pasangan ini mulai menunjukkan kapasitas mereka.
Tontowi semakin mantap mengumpulkan gelar juara bersama Lilyana yang berusia 2 tahun di atasnya. Beberapa torehan juara dari ganda campuran ini antara lain Juara Malaysia Open GP Gold 2011, Juara Sunrise India Open Super Series 2011, Juara Swiss Open 2012, Runner-Up Yonex Denmark Open 2012 dan masih banyak lainnya. Namun, diantara gelar juara yang berhasil mereka dapatkan, menjadi Juara Yonex All England Badminton Championships 2013. Dan terakhir menjadi peraih emas Olimpiade Rio 2016 bisa dibilang adalah prestasi terbesar mereka.
Saat ini pasangan ganda campuran Indonesia ini menempati posisi ke-3 Ranking Badminton World Federation.
Dalam kehidupan pribadi, Tontowi diketahui tidak single. Atlet ini memiliki seorang istri bernama Michelle Ahmad. Owi sering menyebut istrinya itu sebagai semangatnya dalam berkarir.
(ind/bbs)
Komentar Via Facebook :