Polisi Masuk Pesantren Darul Falah Batu Besar, ini yang Dilakukan

Polisi Masuk Pesantren Darul Falah Batu Besar, ini yang Dilakukan

AKBP Jhoni Jumanan dari Baharkam Mabes Polri usai memberikan pencerahan ke Pesantren Darul Falah. (Foto: Edo/Batamnews)

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Mabes Polri memberikan penyuluhan ke pesantren-pesantren mengenai bahaya radikalisme dan terorisme. Seperti yang digelar Baharkam Mabes Polri di Pondok Pesantren Darul Falah, Batu Besar, Nogsa, Batam, Senin (30/5/2016).

Penyuluhan dihadiri AKBP Jhoni Jumanan dari Baharkam Mabes Polri. Ia bertindak sebagai pembicara. Selain Jhoni juga dihadiri Kombes Dwi Cahyono Dirintel Polda Kepri, perwakilan Polresta Barelang, Kapolsek Nongsa Kompol S. Dalimunthe, MUI Kota Batam, serta pemuda Ansor dan Banser.

Dalam kesempatan itu, Jhoni memberikan pengetahuan tentang terorisme kepada siswa dan peserta lainnya. 

"Aksi terorisme terlihat aktif sejak tahun 1999-2002. Menyerang tempat ibadah seperti gereja, dengan bom," kata Jhoni.

Kemudian terus berlanjut pada tahun 2003 dan mulai menyerang orang luar negri yang ada di Indonesia, seperti Bom Bali dan Peledakan hotel yang milik orang asing.

Faham radikal tidak hanya berkaitan dengan Islam.

”ISIS ingin membuat negara Islam, tapi sebenarnya ingin mengusai ekonomi dan politik," ujar Jhoni.

Aksi terorisme bukan hanya diperankan orang Islam saja, yang lain juga terlibat dengan tujuan yang berbeda-beda, baik menguasai wilayah, ekonomi dan politik. 

Dunia internasional juga mendapat serangan dari teroris.

Bahkan ada sekelompok teroris yang hobi menculik wanita, dan akan dijadikan pelaku bom bunuh diri, dengan ancaman.

“Kalau tidak mau, keluarga lah yang menjadi tumbal," Kata Jhoni.

Maka dari itu, Baharkam Mabes Polri meminta kepada Warga Batam untuk berhati-hati dan selalu waspada, sebeb Batam merupakan salah satu pintu masuk Internasional.

"Batam merupakan pintu keluar masuk, maka kita harus hati-hati. Apa yang dijanjikan oleh mereka tidak benar sama sekali, kita dijadikan jongos dan umpan peluru," ujar Jhoni Jumanan.

Saat ini radikalisme tidak lagi bergerak dan bekerja secara berkolompok, mereka sudah bergerak sendiri-sendiri untuk mengajak masuk dalam teroris.

 

[edo]