Nyaris Bentrok, Warga Tanjung Buntung Tuduh Bos Golden Prawn Serobot Lahan
Abu Fahmi memperlihatkan surat kepemilikan lahan warga di Tanjung Buntung. (foto: edo/batamnews)
BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Puluhan warga Tanjung Buntung nyaris ricuh dengan orang suruhan bos Golden Prawn, pada Sabtu (7/5/2016) lalu. Warga marah sebab pancang atau patok lahan milik warga dicabut tanpa pemberitahuan.
Kejadian tepatnya di RT 8 RW 02 depan Polsek Bengkong, kedua pihak nyaris bentrok karena patok lahan yang telah dipasang oleh warga dan pihak BP Batam, dicabut paksa oleh perwakilan pemilik Golden Prawn.
Melihat hal itu, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melerai dan membawa kedua pihak ke Polsek. Namun, pihak Golden Prawn tidak bisa menunjukkan surat kepemilikan.
Menurut Abu Fahmi, yang merupakan Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Tanjung Buntung (FKMTB), saat orang suruhan Abi, pemilik Golden Prawn, mendatangi lokasi dan mencabut patok lahan.
Abu Fahmi mengaku mendapat laporan dari warga dan akhirnya nyaris terjadi perkelahian.
"Atas dasar apa mereka cabut patok lahan, memangnya mereka ada surat-surat atas lahan itu," ujarnya, Senin (9/5/2016)
Menurutnya, lahan seluas 30 hektar yang akan diserobot itu sebagian sudah banyak dihuni warga dan lahan tersebut juga sudah memiliki PL serta warga juga telah lama menghuni lahan itu.
Lalu digelar pertemuan dan mediasi di Polsek Bengkong yang dihadiri oleh Kapolsek Bengkong AKP Hendrianto.
"Kapolsek menyarankan untuk menyelesaikan dengan kekeluargaan saja. Tapi pemilik Golden Prawn itu tidak mau hadir," ujar Abu.
Dalam mediasi itu, Abu menunjukan semua bukti kepemilikan lahan. Sementara perwakilan Abi tidak bisa menunjukan kepemilikan lahan. Bahkan dalam pertemuan Abi tidak mau hadir dan akhirnya mediasi berakhir.
"Kita ada surat kesepakatan dengan pemerintah, BP Batam, Pemko Batam, dan DPRD," kata Abu sambil memperlihatkan bukti surat tersebut.
Abu menambahkan, dalam masalah ini ia harus mementingkan orang banyak. Karena, jika lahan warga yang telah memiliki legalitas tak semestinya diserobot.
"Kita minta pemerintah ambil andil dalam masalah ini, agar warga tidak dirugikan," ujar Abu.
Hingga berita diturunkan, belum ada keterangan dari pihak Golden Prawn.
(edo)
Komentar Via Facebook :