Sakit Kepala Pagi Hari Tanda Hipertensi? Ini Penjelasan Dokter dan Cara Mengatasinya
ilustrasi (freepik)
Batam, Batamnews - Sakit kepala yang muncul saat bangun tidur sering dianggap sepele oleh banyak orang. Namun, kondisi ini ternyata bisa menjadi sinyal bahaya adanya tekanan darah tinggi yang tidak terkendali, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi.
Praktisi kesehatan, Phaidon L. Toruan, menjelaskan bahwa penderita hipertensi rentan mengalami sakit kepala berulang di pagi hari. Penyebabnya adalah lonjakan hormon kortisol dan adrenalin yang secara alami diproduksi tubuh setelah bangun tidur. Kedua hormon ini memicu kenaikan tekanan darah yang kemudian menimbulkan rasa nyeri di kepala.
"Jika Anda memiliki riwayat hipertensi dan sering merasakan sakit kepala saat bangun pagi, segera periksakan diri ke dokter," ujar Phaidon. Penanganan yang tepat sejak dini dinilai penting untuk mencegah komplikasi lebih serius.
Baca juga: Ingin Tidur Malam Lebih Nyenyak? Hindari 8 Kebiasaan Ini Sebelum Beristirahat
Pengalaman serupa dialami oleh Prof. Dr. Ir. Gadis Sri Haryani dilansir dari salah satu TV nasional. Ia mengaku sempat merasakan sakit kepala setiap pagi. Setelah diperiksa, tekanan darahnya mencapai 150/90 mmHg. Selain hipertensi, ia juga diketahui memiliki kadar kolesterol tinggi dan asam urat yang meningkat.
Prof. Gadis pun mulai mengubah gaya hidupnya untuk menjaga kesehatan. Ia menekankan pentingnya rutin memantau tekanan darah, berolahraga, dan berkonsultasi dengan tenaga medis sebagai langkah pencegahan komplikasi.
Dalam upaya menjaga kesehatan pembuluh darah, teknologi laser kini menjadi salah satu pilihan pendukung. Teknologi laser low level diklaim mampu membantu mengendalikan tekanan darah tinggi dengan meningkatkan kualitas darah dan pembuluh darah.
Salah satu produk yang ditawarkan adalah Dr Laser dari Gogomall. Alat ini memancarkan tiga sinar laser yakni merah, biru, dan kuning. Menurut penjelasan praktisi, ketika sinar laser mengenai penggumpalan darah di pembuluh darah, gumpalan tersebut dapat diurai. Hal ini bermanfaat bagi penderita hipertensi, diabetes, dan kolesterol yang berisiko mengalami penggumpalan darah.
Alat ini digunakan di pergelangan tangan sebanyak tiga kali sehari sebagai bagian dari pola hidup sehat. Teknologi laser disebut mampu mengoptimalkan sel-sel darah serta mengubah kolesterol dalam pembuluh darah menjadi energi.
Baca juga: Tak Perlu Tersiksa Saat Diet, Ini 7 Makanan Rendah Kalori yang Bikin Kenyang Lebih Lama
Penggunaan teknologi laser tidak hanya direkomendasikan bagi mereka yang sudah memiliki keluhan penyakit, tetapi juga sebagai bentuk pencegahan bagi masyarakat sehat. Namun, para ahli tetap mengingatkan bahwa teknologi ini hanya pelengkap, bukan pengganti pola hidup sehat dan konsultasi medis secara rutin.

Komentar Via Facebook :