BP Batam, Panbil Group dan PLN Batam Bersinergi Garap KEK Tanjung Sauh, Investasi Batam Melesat 125 Persen
BP Batam resmi menggandeng Panbil Group dan PT PLN Batam melalui penandatanganan dua nota kesepahaman (MoU) untuk mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, Kamis (23/7/2026). (Foto: istimewa)
Batam, Batamnews – Iklim investasi dan industri di Batam terus menunjukkan tren positif. BP Batam resmi menggandeng Panbil Group dan PT PLN Batam melalui penandatanganan dua nota kesepahaman (MoU) untuk mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, Kamis (23/7/2026).
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk mengakselerasi pembangunan KEK Tanjung Sauh sekaligus memperkuat keandalan pasokan listrik bagi kawasan industri di Batam.
Penandatanganan MoU berlangsung di Bida Marketing dan disaksikan langsung Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Chairman Panbil Group Johannes Kennedy Aritonang, Direktur Utama PLN Batam Kwin Fo, serta Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis.
Kesepahaman pertama ditandatangani antara BP Batam dan PT Nusantara Properta Panbil terkait dukungan investasi serta percepatan proses perizinan KEK Tanjung Sauh. Sementara nota kesepahaman kedua disepakati antara PT Panbil Utilitas Sentosa dan PT PLN Batam mengenai penyediaan tenaga listrik guna mendukung keandalan sistem kelistrikan di Batam.
Jamin Kepastian Energi dan Perizinan
Chairman Panbil Group, Johannes Kennedy Aritonang, menegaskan kerja sama tersebut merupakan komitmen perusahaan dalam membangun kawasan industri modern yang terintegrasi dengan pusat energi dan logistik.
“Daya saing kawasan industri ke depan tidak hanya ditentukan oleh insentif fiskal, tetapi juga kualitas infrastruktur, kecepatan layanan, dan jaminan pasokan energi,” ujar Johannes.
Hal senada disampaikan Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo. Menurutnya, kerja sama ini menjadi fondasi awal dalam memperkuat sistem kelistrikan Batam guna mendukung kebutuhan investasi yang terus meningkat.
PLN Batam, lanjutnya, akan segera menindaklanjuti kesepahaman tersebut melalui serangkaian kajian sebelum memasuki tahap Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL).
“Kami berharap kajian teknis, komersial, ekonomi, dan regulasi dapat segera diselesaikan sehingga memberikan kepastian pasokan energi jangka panjang bagi Batam,” kata Kwin Fo.
Investasi Batam Tumbuh Lebih dari 125 Persen
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menilai sinergi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta menjadi kunci utama dalam menjaga momentum pertumbuhan investasi di Batam.
Ia mengungkapkan, realisasi investasi triwulanan Batam mengalami lonjakan signifikan dari Rp8 triliun menjadi Rp15 triliun. Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan lebih dari 125 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Menurut Amsakar, peningkatan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan Batam sebagai salah satu lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional.
“Jika kolaborasi seperti ini terus diperkuat, pertumbuhan ekonomi dan investasi Batam akan meningkat jauh lebih besar,” ujar Amsakar.
Amsakar menambahkan, keberhasilan pembangunan Batam tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Indikatornya meliputi penurunan angka pengangguran dan kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan jumlah kunjungan wisatawan.
Melalui kolaborasi tiga pihak ini, pengembangan KEK Tanjung Sauh diharapkan dapat berjalan lebih cepat sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai salah satu destinasi investasi unggulan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Komentar Via Facebook :