5 Tanda Pelaku Pembunuhan Feby UGM Pria Psikopat
Pelaku pembunuhan Feby Kurnia di kantor polisi. (foto: istimewa)
BATAMNEWS.CO.ID, Yogyakarta - Pelaku pembunuh Feby Kurnia akhirnya ditangkap polisi. Feby mahasiswi UGM asal Batam ditemukan tewas di toilet lantai 5 kampus pasca sarjana UGM, Senin (2/5/2016). Pelaku diketahui bernama R. Eko Agus Nugroho (26) dan sehari-hari petugas kebersihan kampus UGM.
Dari sejumlah kejanggalan-kejanggalan, akhirnya polisi bisa menemukan siapa pelakunya.
Di antara tanda-tanda yang dihadirkan adalah ungkapan-ungkapan balasan SMS, mengapa SMS dibalas dengan mengabaikan kecurigaan, pesan SMS dibalas tampak dengan santai. Bahkan, pelaku berinisiatif mengirim sms menanya kabar melalui hape Feby. Tanda-tanda itu menunjukkan Eko Agus tidak panik sama sekali. Apakah ini tanda psikopat?
Berikut 7 tanda yang mengarah pada sosok misterius pelaku pembunuhan Feby Kurnia, mahasiswi Geofisika UGM asal Batam.
1. Teman-teman Feby Kurnia sempat tersambung dengan telepon Feby ketika dihubungi diangkat oleh seorang pria. Dari hapenya terlacak lokasi sosok pria misterius itu berada di Parangtritis.
2. Ibunda Feby Kurnia, Nurcahaya Ningsih, semakin curiga setelah mendapat kabar dari temannya Feby bisa dihubungi namun diangkat seorang pria, kini mencoba mengisim pesan sms melalui nomor telepon yang lain.
“Bentar ma, lagi di rumah teman ngerjain tugas,” ujar Yusni Sabar Siregar, ayahanda Feby menirukan isi pesan singkat itu.
Sontak bentuk ungkapan isi sms itu menunjukkan bukan seperti biasanya Feby membalas sms.
3. Ningsih lalu menanyakan keberadaan Feby Kurnia dan dengan siapa dia pergi. Ningsih juga meminta Feby Kurnia mengangkat telepon, namun permintaan itu dijawab seseorang di ujung telepon dengan kalimat, ”Jangan resah”.
Kalimat itu malah makin membuat Ningsih resah. Tak biasanya Feby Kurnia membalas dengan gaya tulisan seperti itu.
4. Kecurigaan Ningsih bertambah saat pesan singkat dari nomor Feby Kurnia masuk ke ponselnya yang menanyakan kabar ibunya.
“Biasanya ibunya yang nanya duluan, kali ini kok Feby Kurnia, saya dan ibunya makin curiga,” kata Regar lagi.
5. Pada Jumat (29/4/2016) ibunda Feby Kurnia mencoba kembali mengontak Feby namun melalui upaya kakak sepupu Feby, Diniati, yang satu kos dengan Feby.
Diniati pun melakukan upaya bekerja sama dengan senat kampus. Diniati melaporkan kehilangan Feby ke senat kampus, lalu segera mencoba menelpon Feby Kurnia.
Saat pihak senat mengontak ponsel Feby Kurnia, yang mengangkat pria. Di ujung telepon pria itu mengatakan kalau ia bersama Feby Kurnia sedang mencari makan. Padahal, keluarga tahu Feby tidak mempunyai pacar atau teman dekat pria.
“Penerima telepon bilang tinggal di Monjali, saat ditanya persisnya dimana, handphone dimatikan,” ujar Regar.
(ind/bbs)

Komentar Via Facebook :