Polisi Pastikan Video Pocong Bawa Parang di Batu Aji Batam Rekayasa AI

Polisi Pastikan Video Pocong Bawa Parang di Batu Aji Batam Rekayasa AI

AKP Bayu Rizki Subagyo, Kapolsek Batuaji di Mapolsek Batuaji saat siaran Pers, Sabtu 5 Juni 2026. (Foto: Dok. Arsip Kepolisian)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Misteri video viral yang memperlihatkan sosok menyerupai pocong membawa parang di kawasan Batu Aji akhirnya terungkap. Kepolisian Sektor (Polsek) Batu Aji memastikan video yang sempat meresahkan masyarakat itu merupakan hasil rekayasa digital menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Kapolsek Batu Aji, AKP Bayu Rizki Subagyo, menyampaikan hasil penyelidikan tersebut dalam keterangan resmi di Mapolsek Batu Aji, Sabtu (6/6/2026).

"Dari hasil penelusuran yang dilakukan Polsek Batu Aji, kami sampaikan bahwa berita tersebut tidak benar," ujar Bayu.

Menurutnya, video yang beredar luas di media sosial dan grup percakapan warga itu dibuat oleh seorang anak di bawah umur dengan bantuan aplikasi AI. Setelah dibuat, video tersebut diedit sehingga menampilkan sosok berkostum pocong yang seolah-olah membawa senjata tajam.

"Video tersebut dibuat dibantu oleh aplikasi AI, kemudian diedit dan dimasukkan gambar seseorang yang berkostum seperti pocong dengan menggunakan parang," jelasnya.

Setelah proses penyuntingan selesai, video tersebut disebarkan melalui grup WhatsApp masyarakat di kawasan MKGR Batu Aji hingga akhirnya viral dan memicu berbagai spekulasi serta kekhawatiran warga.

Sebelumnya, rekaman berdurasi singkat itu sempat menghebohkan masyarakat karena memperlihatkan sosok berpakaian putih menyerupai pocong berada di sekitar bangunan di kawasan MKGR. Sejumlah warga bahkan menduga sosok tersebut membawa parang dan berpotensi mengancam keamanan lingkungan.

Menanggapi laporan masyarakat, Polsek Batu Aji langsung melakukan penyelidikan sejak Jumat (5/6/2026). Saat itu polisi meminta warga tidak terburu-buru mempercayai informasi yang beredar sebelum hasil pemeriksaan selesai dilakukan.

Sehari kemudian, hasil penyelidikan memastikan video tersebut bukan rekaman kejadian nyata, melainkan konten rekayasa digital yang dibuat untuk tujuan tertentu.

Bayu mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berasal dari media sosial.

"Kami menghimbau kepada seluruh warga Kota Batam secara umum dan warga Batu Aji secara khusus agar lebih bijaksana, teliti, dan hati-hati dalam menyebarluaskan pemberitaan," katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya membiasakan budaya verifikasi informasi melalui prinsip "cek, recheck, dan cross-check" sebelum mempercayai atau meneruskan sebuah informasi kepada orang lain.

Menurut Bayu, penyebaran informasi yang belum terverifikasi dapat menimbulkan keresahan, kepanikan, bahkan berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.

Karena itu, kepolisian mengajak masyarakat untuk bersama-sama melawan penyebaran hoaks dan meningkatkan literasi digital, terutama di tengah semakin berkembangnya teknologi AI yang mampu menghasilkan gambar maupun video yang tampak meyakinkan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :