Kapal Kargo MV Golden Star Tenggelam Dekat Perairan Batam, 9 ABK WNI Dievakuasi
Kapal kargo berbendera asing MV Golden Star 1 dilaporkan tenggelam di perairan internasional Selat Singapura yang berbatasan dengan wilayah perairan Batam, Jumat (5/6/2026) malam sekitar pukul 23.30 WIB. (Foto: istimewa)
Batam, Batamnews – Kapal kargo berbendera asing MV Golden Star 1 dilaporkan tenggelam di perairan internasional Selat Singapura yang berbatasan dengan wilayah perairan Batam, Jumat (5/6/2026) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Seluruh anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia yang berada di atas kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Proses penyelamatan dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Ditpolairud Polda Kepulauan Riau, Polairud Polresta Barelang, serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepri, AKBP Andhika Aer, membenarkan insiden tenggelamnya kapal kargo yang diketahui mengangkut sejumlah kontainer tersebut.
"Benar, tim gabungan dari KSOP, Ditpolairud Polda Kepri, Polairud Polresta Barelang, dan instansi terkait telah melakukan penyelamatan terhadap sembilan ABK kapal tersebut," ujar Andhika, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, seluruh korban yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan seluruh ABK dalam kondisi selamat meski sempat mengalami situasi darurat saat kapal tenggelam di jalur pelayaran internasional tersebut.
"Sembilan ABK warga negara Indonesia dipastikan selamat dan saat ini telah mendapatkan perawatan medis di RS Bhayangkara Polda Kepri," katanya.
Hingga saat ini, penyebab tenggelamnya MV Golden Star 1 masih belum diketahui. Otoritas pelayaran dari Indonesia dan Singapura masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Andhika menjelaskan, karena lokasi kejadian berada di perairan internasional, proses investigasi dilakukan bersama oleh KSOP Batam dan otoritas pelabuhan Singapura.
"Untuk penyebab tenggelamnya kapal maupun muatan kontainer yang dibawa masih dalam pemeriksaan KSOP Batam dan KSOP Singapura. Saat ini fokus kami adalah memastikan seluruh ABK Indonesia berhasil diselamatkan," ujarnya.
Selain menyelidiki penyebab kecelakaan pelayaran, pihak berwenang juga masih melakukan pendataan terhadap muatan kapal. Sejumlah kontainer yang berada di atas kapal dilaporkan ikut tenggelam bersama badan kapal.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi di Selat Singapura, salah satu jalur pelayaran internasional tersibuk di dunia yang setiap harinya dilintasi ratusan kapal niaga dari berbagai negara.
Saat ini, investigasi lintas negara masih terus berlangsung untuk memastikan kronologi kejadian, kondisi kapal sebelum tenggelam, serta faktor-faktor yang diduga menjadi penyebab kecelakaan laut tersebut.
Komentar Via Facebook :