TMC Batam Berakhir 3 Juni 2026, Curah Hujan Berhasil Naik 40 Persen
Petugas Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) saat melakukan rekayasa dengan garam.
Batam, Batamnews – Setelah diguyur lebih dari dua pekan, operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di langit Batam resmi ditutup hari ini, Rabu, 3 Juni 2026.
Hasilnya? Cukup menggembirakan. Hujan buatan ini berhasil mendongkrak curah hujan lokal hingga 30–40 persen.
Kabar ini langsung dikonfirmasi oleh Forecaster BMKG Kelas I Hang Nadim Batam, Fitri Annisa.
Baca juga: Aliansi Masyarakat Kepung PN Batam, Desak Hakim Terapkan Pasal 94 UU 18/2013 untuk Dju Seng
"Iya benar, hari ini terakhir penyemaian garam dan hari terakhir modifikasi cuaca," ujar Fitri, Rabu, 3 Juni 2026.
Sejak pertengahan Mei lalu, pesawat penyemai rutin menaburkan Natrium Klorida (NaCl) alias garam ke awan-awan tebal di atas Batam. Garam ini bekerja menarik uap air, lalu menjadi inti pembentuk hujan.
Fokusnya hanya pada awan yang berpotensi tinggi menurunkan hujan. Hasilnya efektif.
Dengan berakhirnya TMC, BMKG berharap pasokan air baku di Batam tetap terjaga berkat peningkatan hujan yang sudah tercapai.
Baca juga: Air Bersih di Tiban Tiba-tiba Kuning Keruh, Warga Sekupang Keluhkan Baju Putih Jadi Korban
Meski operasi buatan selesai, BMKG mengaku tetap akan memantau cuaca alami di wilayah Kepulauan Riau secara berkala.

Komentar Via Facebook :