Kasus Dokter Kimia Farma Berakhir Damai, Kadinkes Batam: Tak Ada Pelanggaran Administratif
Pihak Klinik Kimia Farma saat menemui keluarga pasien untuk menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi.
Batam, Batamnews – Kasus dugaan penelantaran pasien anak di Klinik Kimia Farma, Sekupang, Batam, Kepulauan Riau, yang sempat viral di media sosial, akhirnya berakhir damai. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr. Didi Kusmaryadi, memastikan tidak ditemukan pelanggaran aturan atau malapraktik dalam insiden tersebut.
"Secara administratif tidak ditemui ada yang dilanggar. SIP dokter ada, izin klinik juga ada. Mereka dipastikan bekerja sesuai SOP," ujar dr. Didi, Sabtu, 30 Mei 2026.
Baca juga: Di Tengah Efisiensi, BP Batam Gelontorkan Rp2,7 M untuk Beli Pin Emas 97 Pegawai
Menurutnya, gesekan yang terjadi murni bersumber dari masalah etika komunikasi saat melayani pasien. Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan telah memberikan teguran lisan dan arahan kepada manajemen klinik.
"Kemungkinan ini dari sisi etika saja. Kami sudah minta pihak KF melakukan pembinaan internal terhadap seluruh tenaga dan karyawan mereka," tambahnya.
Ketegangan antara keluarga pasien dan dokter kini telah mencair. Keduanya sudah berdamai dan berteman secara kekeluargaan.
Sebelumnya, video yang menarasikan dugaan penelantaran balita oleh dokter di klinik tersebut beredar luas di TikTok.
Baca juga: Viral! Putus Cinta, Pemuda di Batam Lukai Tangan Sendiri dan Mengaku Dibegal
Dalam video, seorang pria meluapkan kekecewaan karena anak dalam kondisi muntah-muntah diduga tidak segera mendapat penanganan. Pria itu juga menyinggung perlakuan berbeda terhadap pasien BPJS.
Namun, setelah mediasi, konflik tersebut dinyatakan selesai dan tidak dilanjutkan.

Komentar Via Facebook :