Antisipasi Kemarau 2026, Operasi Modifikasi Cuaca di Batam Dijadwalkan Berakhir Mei
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam serta sejumlah pihak terkait tengah menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Kota Batam. (Foto: istimewa)
Batam, Batamnews — Dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan air dan mengantisipasi dampak musim kemarau tahun 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam serta sejumlah pihak terkait tengah menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Kota Batam.
Berdasarkan jadwal, operasi yang telah berlangsung sejak awal Mei ini direncanakan akan berakhir pada penghujung bulan ini.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas 1 Hang Nadim Batam, Fitri Anisa, mengonfirmasi bahwa pelaksanaan OMC akan terus dimaksimalkan hingga akhir Mei. Meski demikian, kelanjutan operasi ini pada bulan berikutnya masih bersifat tentatif dan bergantung pada kondisi cuaca.
"Untuk kegiatan OMC ini kami masih lanjut sampai dengan akhir bulan Mei. Namun, kami masih melihat dinamika atmosfer pada dasarian I, II, dan III di bulan Juni," jelas Fitri.
Fitri menambahkan bahwa pihak BMKG akan terus memantau pergerakan dan potensi awan. Jika potensi awan pembawa hujan pada bulan Juni dinilai menurun, BMKG akan merekomendasikan agar operasi dihentikan.
Sebaliknya, jika potensi awan masih memadai, pihaknya akan menyarankan agar operasi diperpanjang. Meski BMKG bertugas memberikan rekomendasi teknis, keputusan final terkait kelanjutan operasi berada di tangan BP Batam.
"Untuk lebih pastinya dapat menanyakan kepada BP Batam bagian SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum), karena yang memutuskan berlangsung atau tidaknya adalah pihak dari sana," tegas Fitri.
Pelaksanaan OMC Batam 2026 dipusatkan di Posko OMC yang berlokasi di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Terpantau pada pertengahan Mei, operasi ini turut melibatkan armada pesawat dari PT. Elang Nusantara Air yang beroperasi dari kawasan Batu Besar, Kecamatan Nongsa.
Proses modifikasi cuaca ini dilakukan melalui metode penyemaian awan. Berikut adalah rincian teknis pelaksanaannya:
Penyemaian Bahan Kimia: Pesawat digunakan untuk menyemai bahan kimia berupa garam (Natrium Klorida / NaCl) ke dalam awan-awan yang dinilai potensial.
Proses Kondensasi: Garam yang ditaburkan berfungsi sebagai inti kondensasi.
Percepatan Hujan: Inti kondensasi ini mempercepat penggabungan tetesan air di dalam awan, sehingga hujan dapat turun lebih cepat dan terarah ke wilayah tangkapan air (waduk).
Pihak BMKG dan BP Batam memastikan bahwa seluruh kegiatan ini bukan hanya upaya krusial untuk menjaga ketahanan air baku masyarakat Batam, tetapi juga dilaksanakan secara sistematis, terstruktur, dan sesuai dengan standar keselamatan operasional yang telah ditetapkan.
Masyarakat berharap operasi ini mampu mengamankan debit air di sejumlah waduk utama di Batam, sehingga ancaman krisis air bersih pada puncak musim kemarau mendatang dapat dihindari.

Komentar Via Facebook :