Waspada! Modus Penipuan Tiket KM Kelud Pelni, Warga Batam Rugi Jutaan Rupiah
Bukti Transfer Korban. (Foto. Batamnews.co.id).
Batam, Batamnews - Seorang pekerja swasta di Kota Batam, Yophi, kehilangan uang jutaan rupiah setelah menjadi korban penipuan pemesanan tiket kapal KM Kelud secara online. Peristiwa itu dialaminya pada Kamis, 21 Mei 2026.
Korban awalnya mencari nomor telepon Pelni Sekupang melalui mesin pencari Google. Ia hendak memesan tiket kapal KM Kelud jurusan Batam–Medan untuk keberangkatan 24 Mei 2026.
Setelah menemukan nomor yang diduga milik Pelni, Yophi menghubungi nomor tersebut. Percakapan awal dilakukan lewat telepon. Tak lama, pelaku mengarahkannya untuk melanjutkan komunikasi melalui WhatsApp.
Baca juga: Biaya Rp200 Juta Per Hari! Hujan Buatan Batam Terancam Berhenti Akibat Lalu Lintas Udara Singapura
"Dari situ saya diarahkan komunikasi lewat WhatsApp. Pelaku menawarkan bantuan pembuatan tiket secara langsung," kata Yophi kepada batamnews.co.id, Kamis, 21 Mei 2026.
Sepanjang proses pemesanan, korban mengaku tidak diberikan kode booking tiket. Pelaku justru memintanya melakukan pembayaran terlebih dahulu. Yophi percaya karena rekening tujuan pembayaran menggunakan nama Pelni melalui Bank MNC.
"Saya percaya karena nama rekening tujuan tertulis Pelni, jadi saya pikir itu resmi," ujarnya.
Sepuluh menit setelah pembayaran, korban menerima sebuah barcode. Pelaku menyebutnya sebagai nomor booking tiket. Yophi pun mengikuti arahan yang diberikan.
Namun, barcode tersebut ternyata bukan kode pemesanan tiket, melainkan kode QRIS pembayaran. Akibatnya, tanpa sadar korban kembali mengirimkan dana hingga tiga kali.
Yophi mulai curiga. Ia meminta izin dari tempat kerjanya untuk mendatangi kantor Pelni Sekupang. Di sana ia memastikan status pemesanannya.
"Saya mulai curiga, lalu langsung datang ke Pelni Sekupang untuk memastikan. Setelah dicek petugas, ternyata saya baru tahu kalau saya kena tipu," ungkapnya.
Korban mengaku terkejut karena modus pelaku sangat meyakinkan. Selain menggunakan nama Pelni, nomor yang dipakai pelaku masih aktif hingga kini.
Baca juga: WNA Singapura Ditemukan Meninggal di Hotel GW Batam
"Saya berharap masyarakat lebih hati-hati. Jangan sampai ada korban lain lagi, karena sampai sekarang nomor pelaku masih aktif," katanya.
Masyarakat diimbau waspada saat melakukan transaksi pembelian tiket secara daring. Pastikan informasi diperoleh dari kanal resmi dan lakukan verifikasi langsung sebelum melakukan pembayaran.

Komentar Via Facebook :