Biaya Rp200 Juta Per Hari! Hujan Buatan Batam Terancam Berhenti Akibat Lalu Lintas Udara Singapura

Biaya Rp200 Juta Per Hari! Hujan Buatan Batam Terancam Berhenti Akibat Lalu Lintas Udara Singapura

Pemandangan cuaca di udara Kota Batam.

Nurjali

Batam, Batamnews — Hujan yang mengguyur Kota Batam beberapa hari terakhir tidak sepenuhnya terjadi secara alami. Sebagian merupakan hasil operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan untuk menjaga ketersediaan air baku di sejumlah waduk tadah hujan.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan Djambak, membenarkan rekayasa cuaca itu sudah berlangsung sejak 15 Mei 2026.

"Karena ada tanda-tanda pengurangan debit air di beberapa waduk Batam, kemudian BP Batam berinisiatif membuat hujan buatan," ujar Ramlan saat dihubungi, Kamis, 21 Mei 2026.

Baca juga: Perkuat Kemudahan Berinvestasi, BP Batam Kembali Luncurkan Layanan LMS

Menurut Ramlan, fenomena El Nino berdampak ke Indonesia, tetapi tidak separah di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Meski begitu, tanda-tanda penurunan debit air di waduk Batam sudah mulai terlihat.

Operasi modifikasi cuaca dilakukan dengan menyemai awan menggunakan natrium klorida atau garam dapur. Garam berfungsi mempercepat penggabungan butir air di dalam awan sehingga memicu hujan di wilayah yang ditargetkan.

"Kami memanfaatkan perkumpulan awan lalu menaburinya dengan NaCl yang berfungsi merekatkan awan-awan yang berpencar," kata Ramlan.

Rencananya, operasi TMC berlangsung selama 20 hari. Awalnya diproyeksikan sejak April hingga awal Mei, tetapi potensi pembentukan awan hujan dinilai masih cukup baik hingga pertengahan Mei.

Biaya operasi ini tidak murah. Ramlan memperkirakan anggaran yang harus dikeluarkan BP Batam mencapai Rp200 juta per hari untuk sekali operasi penyemaian. Biaya itu mencakup sewa pesawat, bahan bakar avtur, dan garam sekitar satu ton setiap operasi.

"Biaya yang lebih mahal itu pesawat terbangnya dan avtur. Kalau garam murah saja," ujarnya.

Baca juga: Nama AJI Batam Dicatut untuk Nobar Pesta Babi, Warga Diminta Waspada Hoaks

Operasi TMC sempat dihentikan sementara pada Rabu, 20 Mei 2026 karena menunggu distribusi bahan semai dari BP Batam. Padatnya lalu lintas udara di kawasan Batam juga menjadi tantangan. Setiap penerbangan penyemaian harus mendapat izin dari pengatur lalu lintas udara agar tidak mengganggu rute penerbangan internasional, terutama dari dan menuju Singapura.

"Kami harus menunggu arahan dari ATC dulu supaya tidak mengganggu penerbangan lain," kata Ramlan. Operasi TMC bahkan sempat berhenti selama satu hari pada Ahad, 17 Mei 2026 akibat padatnya lalu lintas udara di atas wilayah Batam.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :